Biografi Gola Gong : Pemikiran dan Tindakan Terhadap Pendidikan Di Banten
Jenis: Monograf
Author: Ena Mustari
ISBN:
Edisi:
Publisher: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) SETIA Budhi Rangkasbitung,
Fisik: viii, 51 hlm : ilus ; 29 cm
Subjek: Biografi Gol A Gong
Bahasa: Indonesia
Penerbitan: Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) SETIA Budhi Rangkasbitung, Rangkasbitung : 2015
CallNumber: BC 923.7059823 ENA b
Uraian Singkat: Gol A Gong lahir dari keluarga sederhana, propesi kedua orang tua gola gong adalah seorang guru di daerah Serang. Gola Gong lahir dari seorang ayah bernama Harris dan ibu bernama Atisah. Ayah beliau adalah seorang guru olahraga lulusan dari sekolah tinggi olahraga UPI, pada masa itu lulusan-lulusan yang menjadi guru dikirim keseluruh Indonesia, dan ayah beliau dikirim untuk mengabdi di Banten pada tahun 1965 pada masa PKI, ayah beliau mengajar di SPG (Sekolah Pendidikan Guru) si Serang Banten. Pada 1965 ia bersama dengan orangtuanya meninggalkan kampung halamannya Purwakarta menuju ke Serang, Banten. Bapaknya adalah guru olahraga sedangkan ibunya seorang guru di sekolah keterampilan putri, Serang. Ayahnya lahir dari kalangan terpelajar di Banten dan ibunya lahir di Caringin dari kelompok Ki Asnawi. Seperit yang membuat Gol A Gong tertantang di Banten menjadi seorang penulis adalah, di mana Banten sejak itu terkenal sebagai daerah jawara (preman), tetapi Gol A Gong ingin menjadikan Banten daerah yang terpandang menjadi daerah berpendidik juga. Menurut Gol A Gong, pada masa beliau kecil di Serang Banten, segala sesuatu yang dilakukan masyarakat Banten hampir semuanya menggunakan otot karena terkenal dengan sebutan jawara itu sendiri. Gol A Gong teringat pada saat Gol A Gong kehilangan tangan kirinya akibat kecelakaan jatuh dari pohon, waktu itu ayah beliau memberikan hadiah berupa buku olahraga, agar beliau tidak mender dengan keadaan fisik beliau, karena dengan membaca buku memiliki wawasan dengan membaca dan memiliki badan sehat dan dengan membaca rasa percaya dirinya tinggi karena untuk mencari pekerjaan itu sendiri bukan menggunakan otot tetapi menggunakan pengetahuan dan tubuh yang sehat, karena di Banten sejak itu masyarakat lebih mengutamakan otot dan orang-orang yang semasa kecil tumbuh bareng bersama Gol A Gong pendidikan mereka hancur karena pendidikan yang mereka miliki sangat minim. Nama Gol itu diberikan oleh ayahnya sebagai ungkapan syukur atas karyanya yang diterima penerbit. Serta Gong merupakan harapan dari ibunya alat music gong. Sedangkan A dimaknai sebagai “kesuksesan itu semua berasal dari Tuhan”. Penulis yang kehilangan tangan kirinya akibat kecelakaan diwaktu kecil. Gol A Gong lahir dari sebuah keluarga sederhana, di Kampung Benteng, Koncara, Pasar Jumat, Purwakarta. Pada 15 Agutus 1963 tepatnya pada Jumat subuh di rumah yang cukup sederhana di tengah-tengah kebun milik kakeknya. Sejak tahun 1965 Gol A Gong pindah ke Serang bersama orang tuanya. Karena orang tuanya Gol A Gong adalah seorang pendidik, di keluarganya kedua orang tua Gol A Gong adalah seorang poinir, generasi baru di antara mereka, yang bias membuat mereka bangga. Ayah Gol A Gong membawa pencerahan pada keluarga ibunya tentang pentingnya pendidikan, dan ayahnya pernah bilang, bahwa yang harus kita wariskan kepada anak-cucu kita tak perlu harta yang berlimpah, tapi wariskan pendidikan. Pendidikan itulah yang di wariskan oleh ayahnya kepada ibunya dan anak-anaknya.
| No Barcode | No Induk | Nomor Panggil | Akses | Status | Lokasi |
|---|---|---|---|---|---|
| Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
|---|