SETELAH KETERHINGGAAN : Sebuah Esai Tentang Keniscayaan Kontijensi
Jenis: Monograf
Author: MEILLASSOUX QUENTIN
ISBN: 978-623-305-174-3
Edisi: Cetakan Pertama, Februari 2021
Publisher: Basa Basi,
Fisik: 244 hlm ; 20 cm
Subjek: Filsafat Perancis
Bahasa: Indonesia
Penerbitan: Basa Basi, Yogyakarta : 2021
CallNumber: 194 MEI s
Uraian Singkat: Meillassoux menyelamatkan keniscayaan, termasuk keniscayaan logis. Ia menjelaskan bahwa hanya ada satu hal yang secara mutlak niscaya: bahwa hukum-hukum alam itu kontinjen. Hubungan yang sepenuhnya baru antara dua modalitas yang bertentangan ini menempatkan pemikiran dalam suatu relasi yang sepenuhnya, lain dengan pengalaman akan dunia; suatu relasi yang sekaligus menunda keyakinan-keyakinan ‘penganut keniscayaan’ dari metafisika-metafisika klasik, begitu pula peredaran ‘kritis’ atas yang empiris dan yang transendental. Quentin Meillassoux lalu beranjak untuk menarik beberapa akibat dari dugaan ulangnya atas persoalan mendasar (‘apa yang dapat Aku ketahui?’) menuju dua persoalan lainnya: ‘Apa yang harus Aku lakukan?’ dan ‘Apa yang dapat Aku harapkan?’ Di sanalah terdapat apa yang ada melampaui keterhinggaan, yang dimanfaatkan oleh para pemikir kontemporer. Bukanlah suatu hal yang melebih-lebihkan untuk berkata bahwa Quentin Meillassoux telah membuka suatu jalan baru dalam sejarah filsafat. Hingga hari ini dipahami sebagai sebuah sejarah mengenai apa itu mengetahui; suatu jalan yang meloloskan pembedaan kanonikal antara ‘dogmatisme’, ‘skeptisisme’ dan ‘kritik’.
| No Barcode | No Induk | Nomor Panggil | Akses | Status | Lokasi |
|---|---|---|---|---|---|
| 00000027304 | 022.5391 | 194 MEI s | Baca di tempat | Tersedia | Kecamatan Kasemen Perpustakaan Pusat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang |
| 00000027305 | 022.5392 | 194 MEI s | Baca di tempat | Tersedia | Kecamatan Serang Perpustakaan Pusat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang |
| 00000027306 | 022.5394 | 194 MEI s | Baca di tempat | Tersedia | Kecamatan Kasemen Perpustakaan Pusat Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Serang |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
|---|---|---|---|
| 001 | INLIS000000000007804 | ||
| 005 | 20220221064830 | ||
| 035 | # | # | a 0010-0222000086 |
| 007 | ta | ||
| 008 | 220221################g##########0#ind## | ||
| 020 | # | # | a 978-623-305-174-3 |
| 082 | # | # | a 194 |
| 084 | # | # | a 194 MEI s |
| 100 | 0 | # | a MEILLASSOUX QUENTIN |
| 245 | 1 | # | a SETELAH KETERHINGGAAN : b Sebuah Esai Tentang Keniscayaan Kontijensi /c QUENTIN MEILLASSOUX |
| 250 | # | # | a Cetakan Pertama, Februari 2021 |
| 260 | # | # | a Yogyakarta :b Basa Basi,c 2021 |
| 300 | # | # | a 244 hlm ; c 20 cm |
| 650 | # | 4 | a Filsafat Perancis |
| 520 | # | # | a Meillassoux menyelamatkan keniscayaan, termasuk keniscayaan logis. Ia menjelaskan bahwa hanya ada satu hal yang secara mutlak niscaya: bahwa hukum-hukum alam itu kontinjen. Hubungan yang sepenuhnya baru antara dua modalitas yang bertentangan ini menempatkan pemikiran dalam suatu relasi yang sepenuhnya, lain dengan pengalaman akan dunia; suatu relasi yang sekaligus menunda keyakinan-keyakinan ‘penganut keniscayaan’ dari metafisika-metafisika klasik, begitu pula peredaran ‘kritis’ atas yang empiris dan yang transendental. Quentin Meillassoux lalu beranjak untuk menarik beberapa akibat dari dugaan ulangnya atas persoalan mendasar (‘apa yang dapat Aku ketahui?’) menuju dua persoalan lainnya: ‘Apa yang harus Aku lakukan?’ dan ‘Apa yang dapat Aku harapkan?’ Di sanalah terdapat apa yang ada melampaui keterhinggaan, yang dimanfaatkan oleh para pemikir kontemporer. Bukanlah suatu hal yang melebih-lebihkan untuk berkata bahwa Quentin Meillassoux telah membuka suatu jalan baru dalam sejarah filsafat. Hingga hari ini dipahami sebagai sebuah sejarah mengenai apa itu mengetahui; suatu jalan yang meloloskan pembedaan kanonikal antara ‘dogmatisme’, ‘skeptisisme’ dan ‘kritik’. |
| 990 | # | # | a 022.5391 |
| 990 | # | # | a 022.5392 |
| 990 | # | # | a 022.5394 |