Bertandang ke galeri

Jenis: Monograf

Author: wahyudin

ISBN: 978-623-6631-95-9

Edisi: Cetakan Pertama

Publisher: Basabasi,

Fisik: 384 hlm. : ilustrasi ; 20 cm.

Subjek: galeri seni indonesia-esai

Bahasa: Indonesia

Penerbitan: Basabasi, Yogyakarta : 2020

CallNumber: 708.14 WAH b

Uraian Singkat: Ada tiga perkara utama yang mendorong Wahyudin bertandang ke galeri seni rupa—yaitu mengampu, menonton, dan menulis. Ketiganya saling terkait satu sama lainnya seperti gerbong kereta api yang tak akan bergerak tanpa dihela lokomotif. Lokomotif dari ketiga perkara utama itu bukan mengampu, bukan pula menulis—melainkan menonton. Tanpa menonton ia tak akan bisa mengampu dan menulis atau mengulas pameran seni rupa. Jadi, menonton itu penting, bahkan wajib, bagi Pemenang Sayembara Kritik Seni Rupa Dewan Kesenian Jakarta 2005 ini. Dengan begitu, sebagai kurator dan penulis, ia beroleh privilese ke dan di studio perupa: melihat dari dekat proses penciptaan karya yang akan dipamerkan si perupa untuk sebuah galeri entah di mana. Sementara itu, sebagai pemirsa yang cergas, ia bukan hanya berkesempatan mewacanakan pameran seni rupa yang ditontonnya di media massa daring atau luring, melainkan juga mengoleksi karya seni rupa sebagai cerita dan makna—bukan sebagai benda artistik semata, apalagi sekadar barang investasi. Itu sebabnya, Bertandang ke Galeri selalu menyenangkan hati, kalau bukan menantang pikiran dan mengundang permenungan, penulis buku Bergerak dari Pinggir (2018) dan Omong Kosong di Rumah Seni Cemeti (2019) ini.

No Barcode No Induk Nomor Panggil Akses Status Lokasi
Tidak Diketahui Tidak Diketahui Tidak Diketahui Tidak Diketahui Tidak Diketahui
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten
Tag Ind1 Ind2 Isi