Kritik Nalar Fikih Siyasah : Ijtihad politik KH. Abdul Wahab Chasbullah dalam Konstituante 1956-1959

Jenis: Monograf

Author: Anas Shafwan Khalid

ISBN: 978-602-1628-06-5

Edisi: Cet.1

Publisher: Komunitas Saung,

Fisik: xi, 210 halaman. : Bibliografi: hlm 211-243. ; 24 cm.

Subjek: KH. Abdul Wahab Chasbullah

Bahasa: Indonesia

Penerbitan: Komunitas Saung, Tangerang Selatan : 2013

CallNumber: BC 297.272 ANA k

Uraian Singkat: Peran ideal fikih siyasah hanya akan dapat diperoleh jika ia tidak digunakan secara instrumental, meskipun dalam praktiknya logika fikih itu harus diorientasikan secara praktis melebur dalam praktik berpolitik. Pokok perjuangan politik NU berpijak pada dua prinsip, yaitu menolak logika kepartaian, dan prinsip retradisionalisasi untuk reideologisasi. Unsur yang pertama, adanya kecenderungan subjektif-ideologis tentang ideologi kultural dalam memberikan otentitas bagi ideologi nasional. Unsur yang kedua, terciptanya kultur politik yang tidak sekterian dan mengedepankan asas mufakat demi tercapainya cita-cita bersama, yakni bangsa yang bertakwa, merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Kesimpulan yang tidak berdasar jika disebut bahwa pengalaman politik NU 1956-1959 sebagai oportunisme, mengingat mekanisme pemaknaan yang begitu halus itu menghasilkan kesimpulan yang sangat arif dan mengedepankan asas kebersamaan.

No Barcode No Induk Nomor Panggil Akses Status Lokasi
Tidak Diketahui Tidak Diketahui Tidak Diketahui Tidak Diketahui Tidak Diketahui
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten
Tag Ind1 Ind2 Isi