Students' Metacognition In Academic Writing
Jenis: Monograf
Author: Arjulayana ; Muhammad Abduh Almanar ; Dyah Supraba Lastari
ISBN: 978-623-457-114-1
Edisi: Cet 1
Publisher: Yayasan Pendidikan dan Sosial Indonesia Maju (YPSIM),
Fisik: v, 108 hlm : ilus ; 14,8 x 21 cm
Subjek: Metode Penelitian Ilmiah
Bahasa: Indonesia
Penerbitan: Yayasan Pendidikan dan Sosial Indonesia Maju (YPSIM), Kota Serang : 2023
CallNumber: 001.42 ARJ s ; CB-D.32.06 2023-6547
Uraian Singkat: metakognisi sebagai salah satu aspek mendasar dalam mencapai target masyarakat, karena metakognisi sebagai pengaturan diri mereka. Sedangkan pengalaman hidup dan latar belakang pendidikan sangat penting untuk menyesuaikan metakognisi masyarakat. Konsep diri merupakan salah satu aspek penting perkembangan psikososial siswa yang harus dipahami oleh seorang guru. Siswa yang memiliki konsep diri positif adalah siswa yang antusias, optimis, dan mau mencoba hal baru. Siswa yang memiliki konsep diri positif akan berpikir dan bertindak positif sehingga dapat menentukan tujuan yang realistis karena ia tahu bahwa dirinya mampu. Terdapat bukti bahwa rendahnya prestasi akademik dan motivasi belajar siswa, serta terjadinya penyimpangan perilaku siswa di dalam kelas, sebagian besar disebabkan oleh persepsi diri dan sikap siswa yang negatif terhadap dirinya sendiri. Demikian pula siswa yang mengalami kesulitan belajar cenderung merasa dirinya tidak mampu mengerjakan tugas akademiknya. Penulisan akademis adalah gaya penulisan khusus yang digunakan dalam lingkungan pendidikan, seperti universitas dan lembaga penelitian. Tujuan utama penulisan akademis adalah untuk menyampaikan informasi, menyajikan argumen, dan berkontribusi pada pengetahuan yang ada dalam bidang atau disiplin ilmu tertentu. Penulisan akademis biasanya mengikuti format terstruktur, yang dapat mencakup pendahuluan, tinjauan literatur, metodologi, hasil, diskusi, dan kesimpulan. Penulisan akademis menggunakan bahasa yang spesifik pada pokok bahasan dan menghindari jargon atau bahasa sehari-hari yang tidak perlu. Ini menghindari penggunaan kata ganti orang pertama kecuali secara eksplisit diizinkan oleh pedoman disiplin atau penugasan. Sumber-sumber ini memberikan bukti, mendukung argumen dan berkontribusi terhadap validitas keseluruhan karya. Hal ini membantu menghindari plagiarisme dan memungkinkan pembaca menemukan dan mengevaluasi sumber yang dirujuk.
| No Barcode | No Induk | Nomor Panggil | Akses | Status | Lokasi |
|---|---|---|---|---|---|
| Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
|---|