Partisipasi Organisasi Keagamaan Dalam Penanggulangan HIV
Jenis: Monograf
Author: Junaidah
ISBN: 978-623-6117-33-0
Edisi: Cet. 1
Publisher: Pustakapedia,
Fisik: xii, 259 hlm. : ilus. ; 23 cm
Subjek: Penanggulangan AIDS
Bahasa: Indonesia
Penerbitan: Pustakapedia, Tangerang Selatan : 2021
CallNumber: 306.6061697 JUN p ; CB.D.32. 08. 2021 -5969
Uraian Singkat: Beberapa penelitian yang pernah dilakukan tentang agama dan HIV/AIDS, mengindikasikan bahwa sebagian kelompok agama di dunia, termasuk juga di Indonesia masih enggan terlibat dalam penanggulangan HIV/AIDS. Namun fenomena partisipasi dua organisasi keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Gereja Protestan Maluku (GPM) dalam penanggulangan HIV/AIDS selama sepuluh tahun terakhir patut untuk diperhatikan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka ada beberapa temuan penting yang dikemukakan dalam buku ini. Pertama keterlibatan NU dan GPM dalam penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia adalah respom atas prevalensi HIV/AIDS yang semakin meningkat dan adanya kekhawatiran bahwa perkembangan HIV/AIDS turut dilegitimasi oleh stigmatisasi moral yang dihubungkan dengan agama. Oleh karenanya NU dan GPM mencoba mengembangkan pandangan baru berbasis ajaran agama untuk mengurangi stigma negative tersebut. Kedua, partisipasi NU dan GPM dalam penanggulangan HIV/AIDS dilakukan dalam berbagai bentuk program edukasi agama dan kesehatan, sosialisasi dan advokasi, juga kerjasama dengan sejumlah stakeholders; pemerintah dan lembaga donor. Ketiga, dalam konteks teori mobilisasi sumber daya NU dan GPM telah berusaha memanfaatkan dan memobolisasi berbagai sumber daya yang dimiliki, seperti kepemimpinan para kyai dan pendeta untuk mendorong kepedulian terhadap bahaya HIV/AIDS di Indonesia. Meskipun studi ini belum bias membuktikan hubungan langsung antara keterlibatan NU dan GPM terhadap penurunan prevalensi HIV/AIDS di Indonesia, namun setidaknya apa yang telah dilakukan kedua organisasi keagamaan tersebut, telah berkontribusi terhadap menurunnya stigma negative terhadap ODHA. Hal ini tentu menjadi best practice (pelajaran positif) bagi organisasi keagamaan lain di Indonesia, untuk berpartisipasi secara aktif dalam berbagai program pembangunan kesehatan masyarakat di masa depan.
| No Barcode | No Induk | Nomor Panggil | Akses | Status | Lokasi |
|---|---|---|---|---|---|
| Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
|---|