Pendidikan Kreatif : Menuju Generasi Kreatif dan Kemajuan Ekonomi Kreatif Di Indonesia

Jenis: Monograf

Author: Latuconsina, Hudaya

ISBN: 978-602-03-0333-8

Edisi: Cet 1

Publisher: Gramedia Pustaka Utama,

Fisik: x, 311 hlm : ilus ; 15 x 23 cm

Subjek: Pendidikan Kreatif

Bahasa: Indonesia

Penerbitan: Gramedia Pustaka Utama, Jakarta : 2014

CallNumber: 379.2 LAT

Uraian Singkat: Pendidikan kreatif bukan sebatas mengajarkan anak didik dengan teknik-teknik yang kreatif melalui proses pengolahan mental dan pengkondisian keadaan yang instan. Pendidikan kreatif harus berakar pada pembentukan mindset kreatif, karakter kreatif, kultur kreatif di seluruh tingkatan, mulai dari kelas, sekolah, lembaga, konten dan spirit kurikulum yang kreatif, sampai sistem pendidikan nasional yang kreatif yang menghargai dan memfasilitasi munculnya pilihan-pilihan kreatif. Ada banyak masalah yang menghambat lahirnya kreativitas di dunia pendidikan Indonesia, namun bagi orang yang kreatif, masalah tidak semata dilihat sebagai penghambat atau stressor, namun sebagai tantangan (challenge) dan motivasi untuk membuktikan diri. Bagi orang yang kreatif jumlah solusi itu selalu diyakini lebih banyak ketimbang jumlah problem atau masalah. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, kreativitas manusia harus mendapatkan panduan yang optimal dari nilai-nilai, ajaran, dan harus disinergikan dengan apa yang disebut dengan potensi ilahiah manusia. Pendidikan harus menjadi manufaktur penyuplai nilai dan ajaran lalu bekerja untuk melakukan sinergi itu. Pengembangan potensi ilahiah yang sudah dipasang oleh Tuhan Yang Maha Kuasa itu adalah tugas penting pendidikan. karena pada dasarnya pada diri setiap insan itu ada potensi ilahiah, namun dalam praktiknya ada manusia yang membiarkan potensinya lemah, rusak terkadang aktif terkadang juga tidak, dan ada yang bagus. Hal ini tergantung dalam upaya pengembangannya. Jika potensi itu dikembangkan, maka ia akan berubah menjadi kompetensi. Jika kompetensi sudah dimiliki maka ia akan melahirkan aksi. Potensi ilahiah inilah yang membuat manusia memahami suara hati nurani yang selalu berpihak pada yang baik, yang benar, dan yang bermanfaat. Potensi inilah yang mendorong manusia untuk saling menolong, peduli antar sesama makhluk. Potensi inilah yang membuat manusia memahami kehidupan akhirat sehingga membuahkan ketakwaan (menjaga diri). Potensi inilah yang membuat manusia memahami adanya penguasa lain dalam hidup, yaitu Tuhan.

No Barcode No Induk Nomor Panggil Akses Status Lokasi
Tidak Diketahui Tidak Diketahui Tidak Diketahui Tidak Diketahui Tidak Diketahui
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten
Tag Ind1 Ind2 Isi