Mazmur Musim Sunyi : Kumpulan Sajak
Jenis: Monograf
Author: Sulaiman Djaya ; Ibrohim
ISBN: 978-602-19376-2-4
Edisi: Cetakan Pertama
Publisher: Kubah Budaya,
Fisik: 106 hlm. ; 14 x 21 cm.
Subjek: Puisi Indonesia
Bahasa: Indonesia
Penerbitan: Kubah Budaya, Serang : 2013
CallNumber: 899.2211 SUL m
Uraian Singkat: “Aku selalu punya hitam yang paling lembut, // sebuah rumah dalam kerang // bermahkota kabut. Aku selalu punya dinding // yang senantiasa menggambar waktu.“ Penggalan puisi di atas merupakan pernyataan Sulaiman Djaya (selanjutnya dipanggil SD) sebagai penyair yang berhadapan dengan puisi-puisinya. Puisi dalam diri SD merupakan buah pengembaraannya ke dunia teks untuk menghasilkan kembali sebuah teks lain, meski tak dituntut menjadi hal baru, namun minimal memproduksi sesuatu yang mewujud “rupa baru”. Ini merupakan terusan dari apa yang diutarakan Arip Senjaya dalam epilog buku itu. Meskipun Arip menjelaskan bahwa jejak pembacaan SD dalam hal ini, tidak akan menjamin memperlihatkan tempat pemberangkatannya, melainkan mempertajam puisi-puisi SD itu sendiri. Padahal, dengan tingkat kepercayaan diri SD yang ragu, pada kata pengantarnya, sang penyair sudah menyatakan bahwa puisi-puisinya mungkin saja lanjutan dari setiap hal yang telah hadir sebelumnya. Baik sebagai ide gagasan, estetika, maupun spiritnya. Saya kira tidak ada yang aneh dengan kesadaran SD akan hal tersebut. Bahkan satu sisi mungkin kesadaran tersebut menjebak sebagai kutukan yang bertahap menghampiri diri seorang penyair.
| No Barcode | No Induk | Nomor Panggil | Akses | Status | Lokasi |
|---|---|---|---|---|---|
| Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
|---|