Uraian Singkat: Dalam hal keinginan untuk terus berpuisi, saya taklid pada Octavio Paz. Menurut dia, ketika zaman modern bertampang sedemikian rupa dan puisi terpencil ke ruang-ruang tak terkenali dan sepi sendiri, puisi harus tetap dipestakan dan dirayakan, meski berupa pesta bawah tanah dan dalam kesunyian. Hal itu karena sebagaimana ungkapan saya yang sudah-sudah: saya menganggap menulis puisi adalah sebuah kebutuhan.
| No Barcode | No Induk | Nomor Panggil | Akses | Status | Lokasi |
|---|---|---|---|---|---|
| Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
|---|