History of China
Jenis: Monograf
Author: Taniputera, Ivan
ISBN: 978-979-25-4488-3
Edisi: Cet 5
Publisher: Ar-Ruzz Media,
Fisik: 696 hlm. : ilus ; 15 x 22 cm.
Subjek: Sejarah Cina
Bahasa: Indonesia
Penerbitan: Ar-Ruzz Media, Yogyakarta : 2016
CallNumber: 951 TAN h
Uraian Singkat: Tidak ada sesuatu atau seorang pun yang bisa menghancurkan orang China. Mereka adalah pejuang yang keras hati. Mereka adalah orang beradab paling tua di muka bumi ini. Peradaban mereka melewati berbagai fase sejarah, tapi karakteristik dasarnya tetaplah sama. Mereka menghasilkan benih, lalu menerbangkannya ke angin, tapi mereka tidak akan pernah hancur. Pearl Buck (1892 - 1973), Novelis Amerika Serikat China adalah negara yang besar; ketika timur masih gelap, barat sudah terang benderang; ketika malam menjelang di selatan, siang malah memancar di utara; karena itu, rakyat tidak perlu cemas tentang apakah ada cukup ruang untuk bergerak. Mao Zedong (1893 - 1976), negarawan China Orang China yang hidup di luar negeri tidak akan pernah bisa melupakan rasa sakit dan penderitaan sejarah masa lalu. Saat ini, saat berdiri di pinggir sungai berliku di tanah airku, aku bisa dengan bangga berkata, "Kami adalah orangChina". Kong Jiesheng (1952 -), penulis cerita China China kontemporer tumbuh berkembang karena China masa lalu; kami adalah Marxis dalam pendekatan sejarah kami dan tidak harus memotong telinga sejarah kami. Kami harus meringkaskan sejarah kami dari Konfusius sampai Sun Yat-sen dan mengambil alih warisan yang berharga. Mao Zedong (1893 - 1976), negarawan China Aku punya hasrat sangat kuat untuk membuat bangsaku melihat bahwa metode Barat tidak benar-benar menyatu dengan pikiran orang China, dan bahwa... metode mereka adalah instrumen yang di dalamnya banyak sekali terdapat harta karun filsafat China yang hilang yang bisa dimunculkan kembali. Hu Shi (1891 - 1962), reformer dan filosof China Peradaban Eropa dan Amerika benar-benar materialistik. Tidak ada yang lebih vulgar, brutal, dan menakutkan daripada peradaban mereka. Kami orang China menyebutnya barbarisme. Inferioritas kami sebagai sebuah kekuatan yang berasal dari fakta bahwa kami selalu memandang rendah dan menghindarinya. Cara orang China adalah cara manusia dan moral. Sun Yat-sen (1866 - 1925), pemimpin nasionalis dan revolusionis China
| No Barcode | No Induk | Nomor Panggil | Akses | Status | Lokasi |
|---|---|---|---|---|---|
| Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Tidak Diketahui | Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten |
| Tag | Ind1 | Ind2 | Isi |
|---|