Magic Dan Demokrasi Lokal Di Banten
Author Buku: AYATULLAH Humaeni
ISBN: 978-979-9152-40-4
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 30 April 2024
Resensi Buku:
Tradisi dan budaya magic memang masih ada dan tersebar di berbagai tempat di Banten sampai saat ini. Berbagai jenis magic dan ahli magic juga bisa ditemukan di beberapa tempat di Banten. Wajar jika kemudian, Banten terkenal dengan budaya magicnya, selain juga terkenal dengan kereligiusannya. Tempat-tempat tertentu, semacam pesantren juga menjadi tempat bagi kyai, ustadz maupun santri-santrinya untuk menimba dan mempraktikan ilmu magic, disamping ilmu-ilmu agama yang bersumber dari kitab-kitab Arab klasik. Belum lagi beberapa dukun atau orang pintar yang keberadaannya dianggap penting dan dibutuhkan oleh masyarakat karena bisa membantu mengatasi masalah-masalah praktis yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa alasan yang mendasar dalam penggunaan magic adalah sebagai bentuk usaha atau nyari’at secara bathiniah, karena tidak percaya diri dengan kemampuan sendiri untuk mampu bersaing, sebagai bentuk counter magic (magic tandingan) untuk melindungi diri dan keluarga mereka dari yang menggunakan ilmu ghaib hitam yang ditujukan untuk mencelakakan mereka, karena dorongan dari keluarga dan supporter, supaya masyarakat welas asih dan suara tidak terpecah kepada yang yang lain, memunculkan kharisma dan wibawa juga menjadi tradisi dan budaya di Banten, khususnya di Kecamatan Ciomas dan di Kecamatan Padarincang.
Ada beberapa kitab Arab klasik yang yang menjadi sumber-sumber rujukan yang dijadikan referensi oleh para kyai hikmah dalam mempraktekan magic, diantaranya yaitu Kitab Al-Awfak al Imam al-Ghazali yang banyak didapatkan di toko kitab dan di pesantren-pesantren. Selanjutnya, dukun memanfaatkan ilmu magic warisan dari orang tua atau kakeknya yang juga biasanya seorang dukun untuk digunakan membantu masyarakat dengan kemampuan magicnya. Beberapa dukun mendapatkan ilmu magic melalui tirakat di tempat-tempat tertentu, bahkan ada yang mengaku kalau ilmu magicnya diperoleh langsung dari Nyi Roro Kidul, penunggu atau Ratu Laut Selatan. Susuk, Wafak dan jimat adalah bentuk-bentuk magic yang sering digunakan oleh ahli magic di Banten untuk membantu orang yang membutuhkan magic.
Ziarah ke makam orang tua, ke makam Sultan Banten, makam Auliya dan makam-makam keramat lainnya menjadi salah satu syarat ritual magic yang harus dilakukan oleh calon pengguna magic. Selain itu silaturahmi kepada kyai, guru dan orang-orang yang dituakan serta meminta doa restu dari mereka juga menjadi salah satu syarat yang dianjurkan oleh para ahli magic. Selanjutnya puasa dan ngewirid dengan jumlah dan waktu tertentu juga menjadi ritual magic yang harus dilakukan oleh para calon pengguna magic agar sukses dalam penggunaan magicnya. (N Ratih Suharti)
Kata Kunci : Demokrasi, Magic, Banten