Perang, Dagang, Persahabatan : Surat - Surat Banten / Titik Pudjiastuti

Author Buku: Titik Pudjiastuti

ISBN: 978-979-461-650-5

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 02 Juli 2024

Resensi Buku:

Surat-surat Banten merupakan sumber data paling akurat mengenai gerakan arus sejarah Banten pada awal abad ke-18 sampai awal abad ke-19, karena ditulis oleh pelaku sejarah dan ditulis pada saat peristiwanya terjadi. Meskipun demikian, dari pengamatan atas berbagai kajian tentang Banten, belum banyak peneliti yang memanfaatkannya. Dalam buku ‘Perang, Dagang, Persahabatan’ ini penulis mengkaji baik buku Sejarah Banten maupun suatu jenis sumber yang agak luar biasa dalam sejarah Jawa, yaitu surat-surat dari para penguasa. Surat-surat semacam itu memang ada dari tempat-tempat selain Banten, akan tetapikoleksi surat-surat dari penguasa-penguasa Banten lebih luas dan lebih penuh dengan informasi dibandingkan dengan surat-surat yang masih tersisa dari kerajaan-kerajaan Jawa lain.

Buku Perang, Dagang, Persahabatan yang ada ini merupakan kajian Filologi dan Sejarah yang juga merupakan analisis kritik dari Dr Titik Pudjiastuti mengenai sejarah Banten, yang didalamnya memuat uraian koleksi surat-surat Kesultanan Banten dan bangsawan Banten tersebut pada umumnya ditulis untuk tujuan politis, perdagangan dan persahabatan, baik dengan kerajaan di Nusantara maupun kerajaan Inggris, Denmark, kompeni Belanda dan beberapa pedagang Eropa. Buku ini juga menguraikan koleksi surat-surat dari Banten yang amat menarik dan amat penting. Surat-surat tersebut dikumpulkan, lalu dikaji melalui pendekatan filologi dan sejarah yang kemudian dialih aksara dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia agar bisa dipahami oleh pembacanya sehingga pembaca dapat kesempatan untuk seolah-olah mengalami sesuatu yangg selalu menggairahkan para sejarawan yaitu memasuki tempat, waktu dan alam pikiran orang-orang dulu, dalam kasus ini para penguasa di Kesultanan Banten.

Naskah-naskah Sejarah Banten (buku sejarah lokal Banten) selama ini dianggap sebagai karya fiktif karena mengandung unsur dongeng dan legenda. Setelah dicocokkan dengan surat-surat Kesultanan Banten, ternyata mengandung informasi yang dapat dibuktikan kebenarannya oleh surat-surat Kesultanan Banten. Sebaliknya, informasi yang tidak jelas_karena tidak diuraikan_dalam surat-surat Kesultanan Banten, dapat ditemukan kejelasannya dalam naskah-naskah Sejarah Banten. Berdasarkan hal ini, pemahaman yang keliru mengenai naskah-naskah Sejarah Banten dapat diluruskan dan rekonstruksi sejarah Banten yang lebih akurat dapat dilakukan. ( N Ratih Suharti)

Kata Kunci : Surat-surat Kesultanan Banten