Tafsir Sejarah Nagara Kretagama

Author Buku: Slamet Muljana

ISBN: 978-979-2552-546

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 28 Juli 2024

Resensi Buku:

Buku “Tafsir Sejarah Nagara Kretagama” ini menguak sebagian sejarah perjalanan panjang bangsa Indonesia pada masa kemasyhuran kerajaan Majapahit, yaitu mengupas naskah asli Nagara Kretagama. Buku ini secara komprehensif menampilkan analisis dan tafsir atas naskah Nagarakretagama yang selama ini dijadikan rujukan penulisan sejarah Majapahit. Selain itu buku ini juga melacak secara kronologis penemuan naskah Nagarakretagama dan membahas latar belakang penulisan karya ini serta kontroversi seputar isi dan keabsahannya sebagai karya sastra yang dijadikan sumber sejarah. Pada bagian akhir ditampilkan terjemahan atau saduran utuh teks Nagarakretagama.

Nagarakretagama adalah sejarah pembangunan kerajaan Majapahit di masa yang lampau. Banyak sedikitnya ada titik pertemuan antara pembangunan kerajaan Majapahit enam abad yang lampau dan pembangunan Negara Republik Indonesia masa kini. Meskipun situasi dan kondisi kedua negara itu berbeda-beda. Namun, sejarah bukanlah pelarian ke masa yang sudah silam untuk menghindari masa sekarang, melainkan adalah senjata ampuh yang selalu siap digunakan demi menghilangkan hambatan-hambatan sangat berguna dalam perjuangan kebudayaan yang mengarah kepada pembentukan kepribadian suatu bangsa. Lagipula, sejarah ikut serta menerapkan masa depan. Soal bagaimana akan digunakan senjata itu, banyak tergantung kepada sikap mental generasi sekarang dan yang akan datang.

Perlu diketahui, bahwa pada 7 Juli 1978 ditemukan naskah “Nagarakretagama” di Kota Amlapura, Kabupaten Lombok Pulau Bali dengan judul ‘Desawarnana’. Pada naskah itu, tidak disebut nama Nagarakretagama seperti yang tercantum pada kolofon naskah Nagarakretagama yang ditemukan di Puri Cakranagara, Pulau Lombok pada tahun 1894 dan dikenal sebagai satu-satunya naskah. Naskah Desawarnana disimpan di Geria Pidada Karangasem. Pengumuman tersebut disusul dengan pemberitaan bahwa di Geria Pidada, Kelungkung juga ditemukan sebuah turunan rontal Nagarakretagama. Dua buah turunan lainnya ditemukan di Geria Carik Sideman. Konon, salinan serupa pernah dibawa ke Pulau Lombok dari akhir abad 17 sampai pertengahan abad 18. Isi kolofon rontal Nagarakretagama di Geria Pidada, Kelungkung, katanya memang sama dengan isi kolofon rontal Nagarakretagama dari Puri Cakranagara. Demikianlah hingga sekarang sudah ditemukan lima naskah Nagarakretagama. (N Ratih Suharti)

Kata Kunci : Naskah Nagarakretagama, Sejarah Majapahit