M. Natsir di Panggung Sejarah Republik
Author Buku: editor, Lukman Hakiem
ISBN: 978-979-1102-43-8
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 28 Juli 2024
Resensi Buku:
Buku “M Natsir Di Panggung Sejarah Republik” ini merupakan rekaman diskusi para ahli sejarah yang bertajuk “Kedudukan M Natsir dalam Sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia”. Meskipun buku ini merupakan rekaman diskusi para ahli sejarah di Gedung Mahkamah Konstitusi RI 15 Juli 2008 lalu, kandungan buku ini telah mengalami pengayaan dengan dimasukkannya sambutan tertulis Presiden Republik Indonesia Dr H Susilo Bambang Yudhoyono 18 Juli 2008 dan sambutan tertulis Menteri Pertahanan Prof Dr Juwono Sudarsono pada peluncuran buku Capita Selecta 1, 2, dan 3; dan buku 100 Tahun Mohammad Natsir Berdamai dengan Sejarah di Gedung Aneka Bhakti Departemen Sosial 23 September 2008.
Mohammad Natsir lahir di Alahan Panjang Sumatera Barat tanggal 17 Juli 1908 dan wafat di Jakarta tahun 1993. Beliau kita kenal sebagai sosok pendakwah yang teduh, politikus yang jujur, pejuang yang ikhlas dan negarawan terhormat. Sebagai pendakwah yang teduh Mohammad Natsir tampil sebagai ulama intelektual yang menebarkan ajaran Islam dengan penyampaian yang tenang, bijak dan ramah. Islam yang disiarkan dengan keteduhan dan kedamaian didukung oleh argumentasi yang tepat akan menjauhkan diri dari tindakan kekerasan. Selain sebagai juru dakwah, Mohammad Natsir juga dikenal sebagai seorang negarawan yang terhormat, politikus yang luhung dan pejuang yang ikhlas. Dengan posisinnya yang seperti itulah beliau berjuang membangun tata kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejak zaman kolonial Belanda, Mohammad Natsir _melalui tulisan-tulisannya_ berjuang menentang penindasan, imprealisme dan kolonialisme.
Nama Mohammad Natsir, tidak mungkin dihapus begitu saja dari lembaran catatan sejarah NKRI. Beliau pernah dipercaya sebagai Menteri Penerangan dan juga Perdana Menteri di zaman Presiden Soekarno. Tidak hanya itu, Mohammad Natsir juga sangat berjasa dalam memulihkan Republik Indonesia menjadi Negara Kesatuan. Gagasan dan ide cerdasnya melalui ‘Mosi Integral Natsir’, yaitu melalui pendekatan yang manusiawi di antara fraksi-fraksi tanpa satu orang atau satu kelompok pun yang merasa kehilangan muka, telah menggugah kesadaran semua anak bangsa akan pentingnya keutuhan NKRI. Mosi integral Natsir ini merupakan prestasi gemilang dan monumental yang pernah dicapai oleh parlemen Indonesia. Demikianlah, dengan Keputusan Presiden Nomor 41/TK/TAHUN 2008 tertanggal 6 November, Mohammad Natsir _bersama dengan Sutomo (Bung Tomo) dan KH Abdul Halim_ dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional. Natsir yang dikenal dengan kesederhanaan dan keikhlasannya, telah mempersembahkan apa yang bisa dipersembahkan kepada Republik Indonesia... (N Ratih Suharti)
Kata Kunci : Mohammad Natsir, Sejarah Indonesia