HIJRAH Siliwangi : Panji-panji Angkatan Darat
Author Buku: Dinas Pembinaan Mental Angkatan Darat
ISBN: 978-602-0890-00-1
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 02 Juli 2024
Resensi Buku:
Akibat perjanjian Renville tanggal 17 Januari 1948 antara Belanda dan Indonesia yang berlangsung di kapal perang Amerika US Renville menyebabkan terjadinya perpindahan pasukan dari kantong-kantong gerilya di Jawa Barat ke daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta yang dikenal dengan Hijrah Siliwangi. Pergerakan pasukan yang besar dengan menggunakan alat transportasi kapal laut, kereta api dan kendaraan serta berjalan kaki tersebut merupakan momentum yang sulit untuk dilupakan oleh prajurit Siliwangi khususnya maupun prajurit TNI pada umumnya, sehingga peristiwa ini sarat dengan nilai-nilai perjuangan. Berbagai hambatan dan rintangan sebelum menuju daerah republik maupun selama di daerah Republik merupakan ujian dalam perjuangan bagi sebagian prajurit yang ikut melaksanakan hijrah. Namun, berkat kegigihan, kesabaran dan keuletan para prajurit Siliwangi maka rintangan dan hambatan dapat diatasi dengan baik. Perjuangan melaksanakan hijrah merupakan bukti loyalitas prajurit Siliwangi sebagai bhayangkara negara atas keputusan politik negara saat itu.
Belajar dari peristiwa Hijrah Siliwangi, maka sudah seyogyanya para prajurit Angkatan Darat dapat mengambil nilai-nilai perjuangan yang sangat tinggi. Para prajurit Siliwangi bertindak dan berbuat demi mempertahankan kedaulatan negara dari rongrongan penjajah Belanda dan rongrongan dari kaum komunis yang telah menyengsarakan seluruh Rakyat Indonesia. Tipu daya yang dilakukan penjajah untuk berkuasa kembali di Indonesia yang telah diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, bisa dilawan oleh Pasukan Siliwangi dengan keyakinan , ketabahan dan keuletan. Selama melaksanakan hijrah, Pasukan Siliwangi telah berhasil pula melaksanakan pembenahan organisasi, hal ini menunjukkan bahwa dalam diri pasukan Siliwangi khususnya maupun TNI umumnya menginginkan suatu tentara yang profesional yang sanggup menghadapi setiap tantangan baik yang berasal dari luar maupun dari dalam.
Setelah Belanda melanggar perjanjian yang mereka sepakati dengan mengadakan agresi militer kedua atas ibukota Yogyakarta, akhirnya apa yang diharapkan sebelum berangkat bahwa mereka akan kembali lagi ke Jawa Barat menjadi kenyataan. Sesuai dengan rencana yang telah disiapkan, apabila Belanda melakukan penyerangan atau melanggar perjanjian maka pasukan yang melaksanakan hijrah di daerah Republik harus kembali ke kantong-kantong gerilya semula untuk mempersiapkan perlawanan terhadap Belanda. ( N Ratih Suharti)
Kata Kunci : Pasukan Siliwangi – Hijrah Siliwangi – Agresi Militer