Asia Tenggara Konsentrasi Baru Kebangkitan Islam
Author Buku: Editor, Moeflich Hasbullah
ISBN: 978-979-3519-14-2
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 21 Juli 2024
Resensi Buku:
Asia Tenggara modern adalah sebuah kawasan dimana gejolak Islamnya menunjukan dinamika yang sangat menarik. Buku ini mencoba memotret kawasan yang dihuni bangsa Melayu dan mendiskusikan kemungkinannya menjadi sebuah konsentrasi peradaban Islam di masa depan. Mungkin agak berlebihan, tapi mengamati perkembangan Islam Asia Tenggara dua dekade terakhir, sesungguhnya hal itu bukan tanpa proses Islamisasi yang intensif, bahkan sejak kedatangannya di tengah arus deras modernisasi. Tesis kembali kepada Islam ini sering kita dengar, tetapi sesungguhnya belum banyak tulisan dan buku yang mendeskripsikan proses-proses tersebut, terutama perkembangan Islamisasi dan ketegangan-ketegangan politik-sosial-kultural yang menyertainya pada dekade terakhir menjelang milenium ketiga. Buku ini menambah dari yang belum banyak itu. Lebih dari sekedar uraian tentang kebangkitan Islam secara sosiologis dan politik. Buku ini memperdebatkan peluang Asia Tenggara menjadi konsentrasi peradaban Islam dalam kurun abad 21 mendatang. Para penulis yang terhimpun dalam buku ini mencoba mengeksplorasi potensi-potensi Asia Tenggara, Islam dan dinamika perubahan sosial politiknya pada dekade tahun 1990-an.
Buku “Asia Tenggara Konsentrasi Baru Kebangkitan Islam” adalah sebuah rekaman geliat. Geliat Islam yang semakin berperan penting dalam transformasi politik, ekonomi dan kultural. Para penulis dalam buku ini pada umumnya melihat bahwa ‘denyut jantung’ Islam di kawasan ini memang berdetak semakin keras, lebih hidup dan lebih dinamis. Kelompok Islam mengalami transformasi pendidikan yang cepat, semakin berperan dalam pemerintahan dan mengendalikan perkembangan politik. Hingga kini, Timur Tengah masih dilihat sebagai kawasan pusat Islam dan kontaknya dengan Barat lebih awal, tapi Asia Tenggara secara kultural sesungguhnya lebih terbuka dan lebih inklusif dalam proses modernisasi. Dialog kultural dan pergulatannya dengan ide-ide Barat jauh lebih enlightened dibandingkan dengan kawasan-kawasan Islam lain. Berbeda dengan negara-negara Arab, di kawasan Asia Tenggara, Barat lebih dipandang sebagai inspirator kemajuan ketimbang sebagai musuh. Tesis bahwa Timur Tengah sebagai pusat Islam, oleh banyak pengamat, kini sedang ditinggalkan dan kelak mungkin hanya akan tinggal kenangan, akan menghistoris menjadi fosil-fosil memori. (N Ratih Suharti)
Kata Kunci : Kebangkitan Islam, Asia Tenggara, Peradaban Islam