Sejarah Sosial Kesultanan Melayu Deli
Author Buku: editor, Erwiza Erman
ISBN: 978-602-8766-35-7
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 31 Oktober 2024
Resensi Buku:
Kesultanan Deli sebagai penguasa Tanah Deli sejak abad ke-17 merupakan salah satu ikon penting dalam perjalanan sejarah etnis Melayu di Sumatera Utara. Urgensi studi tentang Kesultanan Deli dalam sejarah Melayu didasarkan pada pertimbangan; 1) bahwa wilayah kekuasaannya terletak pada tempat strategis yang merupakan tempat perjumpaan dan migrasi berbagai etnis di Sumatera Utara dan Nusantara; 2) wilayah kekuasaannya merupakan hamparan luas dengan tanah yang amat subur, sehingga menjadi rebutan dari berbagai pihak, seperti Kesultanan Aceh, Kesultanan Siak, Kesultanan Sunggal dan Kolonial Belanda; dan 3) wilayah kekuasaannya menghadap ke Selat Malaka yang banyak dilalui dan disinggahi oleh pedagang dan pelaut dari berbagai benua. Karena itu, Kesultanan Deli cukup strategis dalam perkembangan sosial, ekonomi, budaya dan politik di Nusantara.
Hal lain yang menarik dari Kesultanan Deli adalah keberadaannya yang berdiri di atas fondamen Islam, yang kemudian melembaga menjadi kemelayuan. Ini bermakna, bahwa Agama Islam telah mendarah daging dalam Kesultanan Melayu Deli. Pembangunan Mesjid Raya Al-Maksum yang berdiri kokoh megah di pusat Kota Medan, berseberangan jalan dengan Istana Maimoon, menjadi bukti sejarah bahwa Kesultanan Deli pernah jaya pada masa lalu. Tidak itu saja, keberadaan Mesjid Raya Al-Maksum dan sejumlah mesjid lain yang dibangun oleh Kesultanan Deli di sekitar Kota Medan menjadi indikator bahwa Kesultanan Melayu ini menyimpan sejarah keislaman yang patut diperhatikan. Paling tidak, bangunan Kesultanan Deli yang berdiri di atas fondasi Islam tentu memiliki karakter tersendiri yang diwarnai oleh simbol-simbol keislaman.
Karakteristik Pemerintahan Kesultanan Deli, tidak terlepas dari posisi Sultan yang berdiri sebagai pemimpin politik, sosial, budaya dan agama yang menjadi pemegang kunci pembentukan dan perkembangan masyarakat di wilayah kekuasaannya. Apalagi dihubungkan dengan etnis Melayu yang sangat mempertimbangkan agama (Islam) sebagai identitas yang harus melekat pada masyarakatnya, sementara jauh sebelum Islam datang, agama Hindu dan Budha tercatat sebagai agama pendahulu yang lebih dikenal masyarakat. mendeskripsikan perkembangan sosial dan budaya dalam pemerintahan Kesultanan Melayu Deli tentu menjadi kajian yang harus dilakukan untuk melihat bagaimana kemudian agama Islam menjadi bagian yang tidak terpisah dari etnis Melayu ini.... (N Ratih Suharti)
Kata Kunci : Sejarah Sosial Kesultanan Melayu Deli