Pabrik Minyak Mexolie Rangkasbitung
Author Buku: Robi Setiawan; Syarifullah; Zahra Athira; Lusiana Rahmadhani; Reffi Sa'ban Maulana; dkk
ISBN: ISBN 978-623-430-073-4
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 30 September 2024
Resensi Buku:
Pabrik Mixolie didirikan pada tahun 1918 oleh Pemerintah Hindia Belanda, resmi dioperasikan tahun 1926. Pabrik ini merupakan pabrik minyak terbesar se-Asia Tenggara di masanya sebelum akhirnya tutup beroperasi pada tahun 2003. Sebagai salah satu bangunan peninggalan Kolonial Belanda tentunya terdapat corak khas ArsitekturBelanda pada bangunan tersebut. Pabrik Minyak Mixolie tepatnya terletak di Jalan Sunan Giri Kelurahan Ciujung Timur Kecamatan Rangkasbitung Kabupaten Lebak Provinsi Banten. Dengan adanya pabrik minyak Mixolie Rangkasbitung mulai perlahan tumbuh menjadi daerah industrialisasi. Proses industrialisasi merupakan fenomena umum yang terjadi di berbagai negara, termasuk di Indonesia dan Banten khususnya. Proses industrialisasi di Banten diawali dengan adanya pengembangan kawasan spasial industri pengolahan di daerah Tangerang pada awal tahun 1970-an yang menjadi milik nasional.
Pabrik minyak Mixolie selain difungsikan untuk produksi minyak juga pernah difungsikan sebagai penyimpanan senjata pada masa kependudukan Jepang pada tahun 1942, senjata disimpan di gedung barat dan akses masuknya terbatas sehingga para pekerja tidak mengetahui jenis-jenis senjata yang disimpan di tempat tersebut. Pada masa kependudukan Jepang ini pula pabrik pernah difungsikan untuk menyimpan rempah-rempah, palawija dan emas sebelum dibawa ke Jepang.
Karyawan Pabrik Minyak Mixolie kebanyakan berasal dari Jawa, orang-orang yang bekerja di bagian kantor sebagian besar adalah orang Belanda dan sebagian lagi orang pribumi. Bagian produksi dan bongkar pasang mesin hampir seluruhnya berasal dari pribumi. Luas kawasan pabrik minyak beserta rumah pegawainya ± 4 ha. Rumah pegawai mixolie berlokasi di Jalan RA Kartini RT 001/RW 10 yang berjumlah ±25 rumah. Pabrik ini menjadi bukti bahwa Rangkasbitung pernah menjadi salah satu daerah penggerak industri dan ekonomi. Dalam menyelami sebuah peninggalan masa lalu, selalu ada pelajaran yang dapat diambil untuk dibawa ke masa kini dan untuk memperbaiki masa depan. Buku ini juga membahas tentang arsitektur gedung, bagian gedung-gedung pabrik, fungsi gedung dulu dan sekarang, rumah karyawan dan masih banyak lagi. (N Ratih Suharti)
Kata Kunci : Pabrik Minyak Mixolie, Rangkasbitung-Lebak, Sejarah Historis