Terorisme di Indonesia: Efektivitas BNPT dalam Melaksanakan Fungsi Pencegahan Terorisme di Indonesia
Author Buku: Sadri
ISBN: 978-602-466-259-2
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 16 Maret 2025
Resensi Buku:
Buku ini mengupas secara mendalam peran Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam menghadapi ancaman terorisme di Indonesia. Dalam konteks Indonesia yang sering menjadi target kelompok teroris, buku ini mengangkat isu penting mengenai efektivitas lembaga pemerintah yang bertanggung jawab dalam pencegahan, penanggulangan, dan penindakan terhadap terorisme, yaitu BNPT.
Sadri, penulis buku ini, memulai dengan latar belakang sejarah terorisme di Indonesia dan bagaimana ancaman tersebut berkembang seiring waktu. Pembaca diajak untuk memahami konteks sosial-politik yang melatarbelakangi munculnya kelompok teroris di Indonesia. Buku ini kemudian berfokus pada BNPT, yang dibentuk untuk mengkoordinasikan dan mengimplementasikan berbagai program pencegahan terorisme.
Dalam bagian utama, Sadri menganalisis secara kritis efektivitas BNPT dalam menjalankan fungsi pencegahan. Penulis merinci berbagai langkah yang telah diambil BNPT, seperti program deradikalisasi, peningkatan kapasitas aparat, dan kerjasama dengan lembaga internasional. Namun, penulis juga menunjukkan berbagai tantangan yang dihadapi BNPT, seperti masalah koordinasi antar lembaga pemerintah, keterbatasan sumber daya, serta tantangan dalam menanggulangi radikalisasi di tingkat akar rumput.
Sadri menggunakan data dan studi kasus untuk menunjukkan keberhasilan dan kegagalan BNPT dalam menjalankan tugasnya. Salah satu contoh yang dibahas adalah bagaimana BNPT berusaha untuk menanggulangi gerakan radikal dengan pendekatan yang lebih berbasis pada pemahaman psikologis dan sosial terhadap individu yang terpapar paham radikal.
Kelebihan Buku
Buku ini memiliki beberapa kelebihan. Pertama, penulis memberikan analisis yang tajam tentang isu terorisme yang selalu relevan di Indonesia. Buku ini tidak hanya mengulas teori-teori tentang terorisme, tetapi juga memberikan perspektif praktis dan langsung mengenai upaya yang dilakukan oleh BNPT. Kedua, Sadri menyajikan berbagai data yang mendalam mengenai efektivitas program-program yang dijalankan oleh BNPT, baik yang berhasil maupun yang masih menemui kendala. Ini memberikan gambaran yang lebih realistis bagi pembaca mengenai bagaimana pencegahan terorisme dilaksanakan di Indonesia.
Kekurangan Buku
Namun, buku ini juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah fokus yang terlalu banyak pada BNPT, yang bisa membuat pembaca merasa bahwa pendekatan lain yang lebih luas terhadap pencegahan terorisme, seperti peran masyarakat atau lembaga internasional, kurang mendapat perhatian yang seimbang. Selain itu, meskipun terdapat analisis mengenai kegagalan BNPT, penulis kurang menggali lebih dalam tentang bagaimana BNPT dapat memperbaiki atau mengatasi kelemahan yang ada. Buku ini cenderung tidak menawarkan solusi konkret yang bisa diterapkan untuk mengatasi masalah-masalah yang disebutkan.