Harmoni Islam & Adat Di Tatar Sunda: Potret Pendidikan Keagamaan Masyarakat Adat Kampung Naga

Author Buku: Endi Suhendi

ISBN: 978-623-5448-78-7

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 28 April 2025

Resensi Buku:

Buku ini menggambarkan secara menyeluruh bagaimana masyarakat adat Kampung Naga di Tatar Sunda hidup dalam keseimbangan antara ajaran Islam dan nilai-nilai adat yang mereka warisi dari leluhur. Kampung Naga menjadi contoh nyata bagaimana tradisi lokal tidak serta-merta ditinggalkan ketika masyarakat menerima ajaran Islam. Sebaliknya, keduanya berpadu dalam harmoni yang membentuk corak keberagamaan yang khas, sederhana, dan penuh makna spiritual. Fokus utama buku ini adalah pada praktik pendidikan keagamaan yang tidak hanya berlandaskan pada teks dan sistem formal, tetapi juga melekat kuat dalam kehidupan sehari-hari melalui pola pengasuhan, ritual adat, dan interaksi sosial.

Secara keseluruhan, Harmoni Islam & Adat di Tatar Sunda adalah buku yang penting dan relevan, terutama di tengah wacana modernisasi dan tantangan pelestarian budaya lokal. Buku ini mengajarkan kita bahwa keberagamaan tidak harus bersifat eksklusif dan kaku, tetapi dapat bersifat adaptif, kontekstual, dan menyatu dengan kehidupan masyarakat. Buku ini sangat direkomendasikan bagi mahasiswa, akademisi, pendidik, pemerhati budaya, serta siapa saja yang tertarik pada studi Islam Nusantara dan pendidikan berbasis nilai-nilai lokal.

Kelebihan Buku buku ini adalah kemampuannya menangkap dinamika antara agama dan budaya lokal secara utuh dan mendalam. Penulis menyajikan data dengan pendekatan etnografi yang kuat, lengkap dengan pengamatan lapangan, wawancara, serta dokumentasi kegiatan adat dan keagamaan. Buku ini juga tidak sekadar memaparkan fakta, melainkan menawarkan refleksi kritis bahwa harmoni antara Islam dan adat adalah bentuk keberagamaan yang membumi dan sesuai konteks sosial-budaya masyarakat. Selain itu, bahasa yang digunakan cukup komunikatif dan mudah dipahami, bahkan oleh pembaca umum yang bukan berasal dari kalangan akademisi. Buku ini juga penting sebagai referensi dalam studi pendidikan keagamaan berbasis kearifan lokal, serta bisa menjadi bahan ajar atau diskusi dalam mata kuliah antropologi, sosiologi agama, atau pendidikan Islam.

Kekurangan Buku ini meski sangat informatif, mungkin terasa kurang lengkap bagi pembaca yang menginginkan pembahasan lebih mendalam dari sisi teologi Islam atau perbandingan dengan komunitas adat lainnya. Di samping itu, beberapa bagian narasi deskriptif mungkin cukup repetitif, sehingga membutuhkan penyuntingan agar lebih ringkas. Akan lebih menarik lagi jika disertakan lebih banyak kutipan langsung dari tokoh adat atau dokumentasi visual sebagai pelengkap narasi.