Serikat Buruh 1945–1948: Menduduki Stasiun, Menguasai Perkebunan, Menjalankan Pabrik
Author Buku: Jafar Suryomenggolo
ISBN: 978-602-0788-57-9
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 30 Mei 2025
Resensi Buku:
Buku ini menyajikan kajian mendalam tentang peran serikat buruh di Jawa antara tahun 1945 hingga 1948, masa-masa kritis pasca-kemerdekaan Indonesia. Jafar Suryomenggolo meneliti bagaimana serikat buruh, seperti Serikat Buruh Kereta Api (SBKA), mengorganisir diri mereka sendiri untuk mengelola stasiun kereta api, pabrik, dan perkebunan yang sebelumnya dikuasai oleh kolonial. Melalui pendekatan ini, buku ini menantang pandangan yang menganggap gerakan buruh hanya sebagai alat politik negara pascakolonial.
Poin-poin penting yang dibahas buku “Serikat Buruh 1945–1948: Menduduki Stasiun, Menguasai Perkebunan, Menjalankan Pabrik” diantaranya mengungkapkan;
- Kemandirian Organisasi Buruh: Penekanan pada bagaimana serikat buruh membangun dan mengelola organisasi mereka secara mandiri tanpa intervensi langsung dari negara.
- Peran Buruh dalam Revolusi: Menggali kontribusi nyata buruh dalam perjuangan kemerdekaan, seperti mengamankan infrastruktur penting dan menjaga kelangsungan produksi.
- Hubungan Buruh dan Negara: Analisis hubungan yang kompleks antara serikat buruh dan pemerintah Indonesia yang baru merdeka, termasuk ketegangan dan kolaborasi.
- Politik dan Ideologi dalam Gerakan Buruh: Studi tentang bagaimana ideologi politik mempengaruhi dinamika dalam serikat buruh dan interaksi mereka dengan negara.
Analisis dan pendekatan yang digunakan penulis adalah pendekatan sejarah sosial dan politik untuk menganalisis peran serikat buruh selama periode revolusi. Ia menggali arsip-arsip sejarah, dokumen serikat buruh, dan sumber-sumber lain untuk memahami bagaimana buruh mengorganisir diri mereka dan berinteraksi dengan negara. Buku ini juga membahas dampak jangka panjang dari periode tersebut terhadap gerakan buruh di Indonesia. Selain itu, buku ini juga memberikan wawasan baru tentang sejarah perburuhan di Indonesia, khususnya pada masa awal kemerdekaan. Dengan menyoroti peran aktif serikat buruh dalam mengelola sektor-sektor vital ekonomi, buku ini menantang narasi yang seringkali mengabaikan kontribusi buruh dalam perjuangan kemerdekaan. Selain itu, buku ini juga menjadi referensi penting bagi studi perburuhan dan sejarah sosial-politik Indonesia.