Jodoh Akan Bertemu / Lana Azim
Author Buku: Lana Azim & Dwitasari
ISBN: 978-602-7689-58-9
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 28 April 2025
Resensi Buku:
Jodoh Akan Bertemu adalah sebuah novel yang mengangkat tema cinta, takdir, dan pencarian jati diri melalui perjuangan batin seorang pemuda bernama Chabib. Chabib, seorang pria muda yang berasal dari pesantren di Semarang, hidup dengan prinsip yang kuat mengenai agama dan hidup yang benar. Namun, kehidupannya penuh dengan konflik, baik dari dalam dirinya sendiri maupun dari hubungan yang terjalin dengan dua wanita yang berbeda dalam kehidupannya.
Cerita dimulai ketika Chabib terjebak dalam hubungan yang rumit dengan dua wanita, yakni Nia, seorang fotomodel cantik yang bekerja di Jepang, dan Ayumi, sahabat wanita yang telah lama mendampinginya. Nia adalah istri siri Chabib, namun hubungan mereka dipenuhi dengan banyak ketegangan karena sikap Nia yang keras dan galak. Di sisi lain, Ayumi, seorang wanita yang telah lama mengenal Chabib, diam-diam menaruh perasaan padanya. Ayumi begitu mencintai Chabib dengan tulus dan rela mengikhlaskan perasaan hatinya, berharap suatu hari Chabib bisa melihat dirinya sebagai pasangan yang ideal.
Konflik menjadi semakin rumit ketika Chabib harus kembali ke kampung halamannya di Indonesia, di mana ayahnya menjodohkannya dengan seorang wanita bernama Nurma. Nurma adalah seorang dokter berjilbab yang sangat taat agama dan hafal Al-Qur'an. Meskipun pada awalnya Chabib ragu dengan pilihan orang tuanya, seiring berjalannya waktu, ia mulai melihat potensi kebahagiaan yang bisa ia raih bersama Nurma. Chabib dihadapkan pada dilema besar: memilih antara tiga wanita yang masing-masing memiliki tempat di hatinya, ataukah ia harus mengikuti jalan yang telah digariskan oleh takdir dan orang tuanya. Di satu sisi, ia merasa tidak bisa mencintai Nurma dengan sepenuh hati karena masih ada perasaan yang tertinggal untuk Nia dan Ayumi. Di sisi lain, Chabib mulai menyadari bahwa jodoh yang sejati bisa saja hadir dalam bentuk yang tidak sesuai dengan keinginannya.
Melalui kisah Chabib, pembaca diajak untuk merenungkan banyak hal mengenai kehidupan, seperti pentingnya keputusan dalam hidup, bagaimana cinta sejati bisa datang dalam berbagai bentuk, dan bagaimana keyakinan agama bisa memberikan arah ketika kita menghadapi pilihan sulit. Perjalanan batin Chabib dalam memilih pasangan hidup menjadi gambaran tentang pencarian makna hidup yang tidak selalu sederhana dan sering kali penuh dengan pergulatan emosional. (N Ratih Suharti)