Trisurya : The Three-Body Problem

Author Buku: Liu Cixin; Alih bahasa, Oni Suryaman

ISBN: 978-602-481-133-4

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 31 Mei 2025

Resensi Buku:

Trisurya adalah novel fiksi ilmiah yang membuka trilogi Remembrance of Earth’s Past, dan merupakan karya fiksi ilmiah Tiongkok pertama yang meraih pengakuan internasional luas, termasuk Hugo Award. Cerita ini berakar pada masa Revolusi Kebudayaan di Tiongkok (1960-an) dan melintasi dekade hingga masa modern. Cerita bermula saat Ye Wenjie, seorang astrofisikawan, menyaksikan ayahnya dibunuh oleh Red Guards di masa Revolusi Kebudayaan. Trauma itu membentuk kepribadiannya dan mendorongnya ke arah keputusan yang mengubah nasib umat manusia. Ia kemudian direkrut ke sebuah proyek rahasia militer bernama Red Coast Base, fasilitas yang memiliki misi untuk menjelajah komunikasi luar angkasa. Di sinilah ia melakukan kontak pertama dengan peradaban alien dari sistem bintang Trisurya — sistem dengan tiga matahari yang menyebabkan planet penghuninya mengalami perubahan iklim ekstrem dan tidak terduga.

Di masa kini, seorang fisikawan bernama Wang Miao terlibat dalam penyelidikan kematian sejumlah ilmuwan yang misterius. Ia menemukan sebuah permainan realitas virtual yang disebut Three Body, yang menggambarkan dunia asing dengan kondisi fisik dan astronomi yang kacau—mengacu pada planet di sistem Trisurya. Permainan ini ternyata bukan sekadar hiburan, melainkan cara alien dan kolaboratornya di Bumi menyampaikan pesan, rekrutmen, dan ideologi. Semakin dalam Wang menyelidiki, semakin ia menyadari bahwa manusia di Bumi terbagi menjadi dua kubu ekstrem:

1. Kelompok yang menyerah, percaya bahwa manusia sudah rusak dan berharap alien akan membawa peradaban yang lebih baik.

2. Kelompok yang bertahan, yang percaya pada potensi umat manusia dan ingin melawan invasi alien.

Trisurya adalah sistem bintang tiga (triple-star system) yang membuat orbit planet penghuninya tak dapat diprediksi. Planet mengalami dua fase:

· Zaman Stabil, ketika suhu memungkinkan peradaban tumbuh.

· Zaman Kekacauan, ketika planet bisa beku atau terbakar oleh dua-tiga matahari yang terlalu dekat.

Peradaban Trisurya telah berkali-kali hancur dan bangkit kembali. Karena lingkungan mereka tidak stabil, mereka mulai mencari planet baru yang bisa dihuni — dan bumi menjadi target sempurna.

Trisurya adalah kisah tentang kontak pertama, tapi lebih dari sekadar cerita tentang alien. Ia adalah refleksi tentang kemanusiaan: keputusasaan, harapan, dan keyakinan terhadap kemampuan manusia untuk bertahan, bahkan ketika menghadapi kekuatan kosmik yang jauh lebih besar. Dengan narasi yang kompleks, ilmiah, dan mendalam, novel ini bukan hanya membuat pembaca berpikir ulang tentang sains dan teknologi, tetapi juga tentang moralitas dan pilihan hidup. (N Ratih Suharti)