Babad Tanah Jawi: Terlengkap dan Terasli
Author Buku: Soejipto Abimanyu
ISBN: 978-623-189-372-7
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 24 Juli 2025
Resensi Buku:
Babad Tanah Jawi Terlengkap dan Terasli adalah karya referensi penting yang membawa narasi babad ke panggung yang lebih ilmiah dan kredibel. Buku ini merekonstruksi sejarah Jawa dengan dukungan data arkeologis dan penelitian akademis, meskipun menyisakan tantangan bagi pembaca umum. Namun bagi siapa saja yang serius menggali sejarah dan budaya Jawa secara mendalam, buku ini adalah investasi literasi yang sangat berharga.
Secara keseluruhan, Babad Tanah Jawi Terlengkap dan Terasli adalah karya monumental yang berhasil menyajikan narasi Jawa tradisional dalam bingkai ilmiah modern. Meskipun bobot akademiknya tinggi, buku ini layak dijadikan referensi utama dan bahan rujukan serius.
Buku ini menyajikan kajian mendalam terhadap naskah-naskah Babad Tanah Jawi, termasuk:
- Silsilah raja-raja Jawa, bahkan hingga ke Nabi Adam.
- Analisis arkeologis dan epigrafis, seperti koleksi data candi-candi dan prasasti peninggalan kerajaan Jawa Kuno.
- Pendekatan ilmiah untuk membedakan fakta sejarah dari cerita mitologis atau fiksi yang biasa hadir di babad tradisional.
Kelebihan Buku
- Kelengkapan Data: Menghadirkan narasi historis yang sangat lengkap, berbasis sumber orisinal dan penelitian ilmiah.
- Pendekatan Ilmiah: Berbeda dari versi tradisional, buku ini lebih argumentatif dan bertanggung jawab secara akademik.
- Testimoni Positif:
v “Lengkap, detail, dan kaya data ilmiah! … memberikan pencerahan yang berbasis keilmuan.”_Dr. Fathurrahman, M.Si.
v “Kelengkapan data menunjukkan buku ini ditulis dengan serius.”_ Andrean Sumantoro W.
Kekurangan Buku
- Buku berat dan padat data: Tebalnya bacaan serta banyaknya istilah dan referensi teknis bisa menyulitkan pembaca awam atau anak muda.
- Pendekatan yang cukup akademik: Kurang cocok bagi mereka yang mencari narasi ringan, dongeng, atau versi bertutur seperti babad klasik.
- Heterogenitas versi babad: Edisi baru mencoba menghadirkan yang paling orisinal, tapi karenanya beberapa variasi lama tidak disertakan—bisa memicu debat antar kalangan historiografi Jawa.