Darah Guru Darah Muhammadiyah : Perjalanan Hidup Abdul Malik Fadjar / Anwar Hudijono & Anshari Thayib
Author Buku: Anwar Hudijono ; Anshari Thayib
ISBN: 978-979-709-243-7
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 04 Agustus 2025
Resensi Buku:
Buku ini hadir sebagai dokumentasi pemikiran, spiritualitas, dan kiprah seorang tokoh besar pendidikan Indonesia, Prof. Dr. H. Abdul Malik Fadjar, yang memiliki kontribusi luar biasa dalam dunia pendidikan dan gerakan Islam modern, khususnya melalui Muhammadiyah. Penulisan dilakukan secara mendalam, dengan pendekatan jurnalisme investigatif, riset pustaka, wawancara dengan keluarga dan kolega, serta studi lapangan.
Buku ini memotret perjalanan hidup Malik Fadjar dari masa kecil di Yogyakarta hingga menjabat sebagai Menteri Pendidikan Nasional RI. Disajikan dalam narasi yang mengalir, buku ini terbagi dalam beberapa bagian besar: 1) Masa Kecil & Keluarga; Malik tumbuh dalam lingkungan guru dan aktivis Muhammadiyah. Jiwa pendidik dan aktivis sosial sudah terbentuk sejak kecil. 2) Perjuangan Sebagai Guru; Mengajar di pelosok NTB (Sumbawa) pada 1959, ia rela berjalan kaki atau naik sepeda ke sekolah. Disiplin, dedikasi, dan pengorbanannya dalam mendidik di daerah tertinggal menunjukkan "darah guru" yang melekat kuat dalam dirinya. 3) Kiprah di Akademik dan Muhammadiyah; Ia menjabat sebagai dosen, rektor di UMM dan UMS, serta menjadi motor penting transformasi pendidikan Muhammadiyah. Ia juga memperjuangkan pendidikan Islam agar lebih inklusif dan modern tanpa kehilangan akar nilai keislaman. 4) Peran dalam Pemerintahan; Sebagai Menteri Agama dan Menteri Pendidikan Nasional, ia banyak mendorong perubahan besar seperti otonomi kampus, pendirian fakultas kedokteran swasta, hingga konversi IAIN menjadi UIN. Ia dikenal sebagai birokrat yang tidak terjerat protokoler, tetap “mendidik” dalam posisi manapun. 5) Nilai Spiritual dan Sosial; Malik dikenal sebagai pribadi yang zuhud, sederhana, dan religius. Ia lebih suka berbaur dengan masyarakat bawah dan tidak tergoda kemewahan. Buku ini menggambarkan sisi spiritualitasnya yang kuat, bahkan disebut oleh sebagian orang sebagai "Sufi Muhammadiyah".
Kelebihan Buku
a. Inspiratif & edukatif: Memberikan keteladanan bagi pendidik, birokrat, aktivis, dan generasi muda.
b. Penulisan naratif yang hidup: Menggabungkan fakta dengan narasi menyentuh tanpa kehilangan objektivitas.
c. Sarat nilai Muhammadiyah: Buku ini mencerminkan prinsip-prinsip utama Muhammadiyah dalam dakwah dan pendidikan.
d. Dokumentatif & faktual: Didukung oleh kutipan, arsip, wawancara dan data otentik.
Kelemahan Buku
o Tebal dan padat: Bisa terasa berat bagi pembaca awam atau yang kurang familiar dengan tokoh Muhammadiyah.
o Kurang visualisasi: Meski narasi kuat, buku akan lebih menarik jika dilengkapi lebih banyak foto dokumenter dan ilustrasi pendukung.
o Beberapa istilah Muhammadiyah tidak dijelaskan secara eksplisit sehingga bisa membingungkan pembaca non-Muhammadiyah.
Kutipan Penting
“Jangan pernah berharap jabatan. Tetapi, ketika engkau dipercaya, tunaikan amanah itu sebaik-baiknya. Seperti seorang guru mengabdi untuk muridnya.”
— Abdul Malik Fadjar