Kitab Terlengkap Sejarah Mataram: Seluk Beluk Berdirinya Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta

Author Buku: Soedjipto Abimanyu

ISBN: 978-602-279-1706

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 25 Juli 2025

Resensi Buku:

Buku ini menyajikan narasi historis dari Kerajaan Mataram Islam sejak masa Penembahan Senopati hingga terbentuknya dua entitas politik: Kesultanan Yogyakarta dan Kesunanan Surakarta. Sultan Agung menjadi sorotan utama karena membawa Mataram mencapai puncak kekuasaan di Jawa, meski kemudian terpecah karena konflik internal dan intervensi Belanda.

Selain aspek politik, buku ini membahas silsilah raja–raja Mataram hingga hubungan mereka dengan tradisi religius, bahkan dikaitkan hingga Nabi Adam. Buku ini juga mengulas struktur sosial budaya keraton, peninggalan materil, hingga peran Mataram dalam konteks kemerdekaan Indonesia. Semua disertai sumber-sumber orisinal dan ilmiah yang dapat dipercaya.

Pada halaman 429–442, disediakan bibliografi, referensi primer, serta ilustrasi penting sebagai dokumentasi penunjang.

Secara keseluruhan, Kitab Terlengkap Sejarah Mataram adalah sumber yang sangat bermanfaat untuk mengenal sejarah Mataram secara matang dan naratif. Ia layak dihargai sebagai karya referensi populer akademis. Namun, untuk penelitian mendalam, pembaca dianjurkan juga membandingkan dengan karya sejarah kritis lainnya.

KELEBIHAN BUKU

ü Komprehensif dan detail: Membahas aspek politik, sosial, budaya, dan religius secara menyeluruh.

ü Memudahkan pembaca umum: Gaya narasi seperti bercerita menjadikan bacaan mudah dipahami oleh awam maupun akademisi.

ü Didukung referensi kredibel: Dokumentasi ilmiah, silsilah, ilustrasi, serta analisis kritis yang dapat diverifikasi.

ü Sumber penelitian tambahan: Sangat berguna untuk pelengkap studi sejarah Mataram dan penelitian lanjut.

KELEMAHAN BUKU / CATATAN KRITIS

  • Gaya penyampaian “naratif cerita”: Walaupun enak dibaca, ada kemungkinan mengaburkan perbedaan antara fakta sejarah dan interpretasi penulis.
  • Pendekatan mitologis: Pengaitan silsilah hingga Nabi Adam bisa diperdebatkan validitas historiografinya.
  • Kurangnya ulasan independen: Meski banyak sumber primer, buku ini tidak menyertakan kritik dari pihak luar atau pendekatan historiografis modern. Di komunitas pengguna sejarah Indonesia, pembacaan terhadap sejarah Mataram sering dianggap penuh intrik, persaingan, serta konflik internal yang kompleks, yang terkadang disederhanakan menjadi narasi heroik.