Golok Banten : Sejarah, Budaya, dan Metulrgi / AGUS Rasyid

Author Buku: H Agus Rasyid

ISBN: 978-623-5492-16-2

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 20 September 2025

Resensi Buku:

Buku ini adalah karya akademis sekaligus populer yang mengangkat senjata tradisional khas Banten, yakni golok, dari berbagai aspek: sejarah, budaya, hingga metalurgi. Penulis yang berlatar belakang kepolisian dan akademisi berusaha menghadirkan kajian yang menyeluruh—tidak hanya dari sisi budaya, tetapi juga dari aspek ilmiah modern berupa penelitian laboratorium.

Buku ini terbagi ke dalam beberapa bagian utama:

1. Sejarah Golok Banten; Penulis menelusuri asal-usul golok sejak masa Kerajaan Sunda, kemudian Kesultanan Banten, masa kolonial, hingga zaman modern. Golok tidak hanya berfungsi sebagai senjata atau alat kerja, tetapi juga simbol identitas, perlawanan, dan kekuasaan.

2. Aspek Budaya dan Filosofi; Golok dikaji dari sudut pandang budaya: jenis, bentuk, pamor, simbolisme, hingga nilai filosofis yang melekat padanya. Golok dipandang sebagai benda pusaka dengan dimensi spiritual, estetis, sekaligus praktis.

3. Metalurgi Golok Banten; Bagian ini menjadi keunikan buku. Penulis menyajikan hasil penelitian laboratorium: analisis komposisi logam, uji kekerasan, dan pengamatan mikroskopis. Hasilnya menunjukkan bahwa teknik penempaan golok Banten cukup maju, dengan struktur material yang kuat, tahan lama, serta memiliki pola pamor khas.

4. Golok sebagai Warisan Budaya; Buku ini menegaskan pentingnya pelestarian golok sebagai warisan budaya Banten dan Indonesia. Penulis mendorong upaya formal agar golok Banten dapat diakui secara nasional hingga internasional, bahkan diusulkan menjadi warisan budaya dunia UNESCO.

Kelebihan Buku

· Komprehensif: Tidak hanya membahas golok dari aspek sejarah dan budaya, tetapi juga dari aspek ilmiah (metalurgi) yang jarang disentuh dalam literatur sejenis.

· Referensial: Buku ini dapat menjadi rujukan penting bagi akademisi, peneliti, dan masyarakat umum yang ingin memahami pusaka budaya Nusantara.

· Bahasa komunikatif: Meski membawa kajian ilmiah, bahasa yang digunakan cukup mudah dipahami, sehingga bisa dibaca oleh berbagai kalangan.

· Nilai pelestarian: Memberikan dorongan nyata untuk melestarikan budaya lokal dan mengangkatnya ke tingkat dunia.

Kekurangan Buku

· Visualisasi terbatas: Beberapa pembaca mungkin berharap lebih banyak foto, ilustrasi, atau gambar detail golok agar pemahaman visual lebih kuat.

· Pendekatan akademis belum sepenuhnya mendalam: Kajian metalurgi masih berupa pengantar; pembaca dengan latar belakang teknik material mungkin menginginkan data yang lebih rinci.