Dari Sunda Menuju Banten : Esai-Esai Arkeologi Etnisitas / MOH Ali Fadillah
Author Buku: MOH Ali Fadillah
ISBN: 978-602-5587-94-8
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 20 September 2025
Resensi Buku:
Buku ini merupakan kumpulan esai (artikel ilmiah dan populer) yang ditulis Moh. Ali Fadillah selama rentang waktu lebih dari 30 tahun, antara 1990 sampai 2020, yang telah dimuat di berbagai media, jurnal, dan seminar di Jakarta, Denpasar, Makassar, Bandung, dan Banten.
Dalam penyajiannya buku “Dari Sunda Menuju Banten” ini mempunyai struktur yang terbagi menjadi tiga bagian utama, yaitu sebagai berikut;
- Bagian Pertama: Etnisitas dalam Studi Arkeologi; yang meliputi esai tentang ekspresi etnisitas lewat budaya material, identitas etnik dalam bingkai nasional, serta ruang geohistorik heterogen. Penulis membahas bagaimana benda-benda budaya maupun sisa material arkeologi membantu memahami identitas etnis dan bagaimana identitas itu terwujud dalam kondisi sosial-kultural.
- Bagian Kedua: Arkeologi Etnik dan Nasionalisme Budaya; yang memuat tema-tema yang diangkat di antaranya: bagaimana kebudayaan dikonstruksi melalui penelitian arkeologi; mengapa warisan budaya dilestarikan; studi kasus seperti Prasasti Cidanghyang; interpretasi budaya lama di situs Banten Lama; serta diskusi seputar politik kebudayaan.
- Bagian Ketiga: Telusur Jejak Identitas Budaya; yang menelusuri identitas budaya Banten lewat jejak arkeologis masa pra-Islam, persistensi religiusitas di wilayah perifer, etnisitas Sunda khususnya, dan usaha masyarakat serta intelektual dalam menemukan kembali elemen budaya masa lalu sebagai bagian dari identitas daerah.
Kelebihan Buku
- Kedalaman waktu dan konsistensi;
- Pendekatan multidisiplin;
- Data budaya material dan sejarah local;
- Relevansi kontemporer; sehingga buku ini membantu membingkai diskusi tersebut dalam konteks Banten.
Kekurangan / Keterbatasan Buku
- Tingkat interpretasi yang terkadang deskriptif
- Gap dalam perbandingan lintas wilayah; fokusnya pada Banten dan Sunda/Jawa;
- Visualisasi dan dokumentasi artefak masih minim:
- Bahasa dan istilah akademis; terlalu akademis.