Sejarah dan Arsitektur Pendopo Kabupaten Pandeglang

Author Buku: Taupik Hidayat, Naufal Fawwaz Dzaki, Erfadi, Riyadhillah, Muhammad Aziel Hasan Firdaus, dkk

ISBN: 959.5982311/SEJ/_

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 21 Oktober 2025

Resensi Buku:

Buku "Sejarah dan Arsitektur Pendopo Kabupaten Pandeglang" merupakan karya penting yang menyoroti salah satu peninggalan bersejarah utama di Kabupaten Pandeglang, Banten. Fokus utama buku ini adalah menelusuri secara mendalam riwayat Pendopo Kabupaten Pandeglang, yang diidentifikasi sebagai bangunan bersejarah dari era Kolonialisme Belanda yang dibangun pada periode 1800-an (sekitar 1847).

Buku ini membagi pembahasannya menjadi dua pilar utama: Pertama, Sejarah dan Peran Fungsional: Bagian ini mengupas latar belakang pendirian pendopo, menempatkannya dalam konteks sejarah lokal masa kolonial. Fungsi-fungsi yang diulas meliputi tempat pertemuan resmi pemerintah daerah, ruang musyawarah masyarakat, serta wadah untuk kegiatan keagamaan dan kebudayaan.  Kedua, Aspek Arsitektur dan Nilai Estetika: Bagian ini menganalisis struktur dan gaya arsitektur pendopo. Penulis menyoroti ciri khas arsitektur kolonial yang beradaptasi dengan iklim tropis.

Secara keseluruhan, buku ini bertujuan untuk melestarikan memori kolektif dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya cagar budaya, agar nilai-nilai sejarah dan arsitektur pendopo tidak hilang tergerus perkembangan zaman.

Kelebihan Buku;

  1. Sumber Data Lokal yang Detail: mengisi literatur sejarah arsitektur lokal, utamanya bangunan kolonial di Pandeglang.
  2. Kombinasi Sejarah dan Arsitektur: Kelebihan utama terletak pada integrasi antara narasi sejarah yang kuat dengan analisis arsitektur yang mendalam, sehingga pembaca mendapatkan pemahaman yang utuh.
  3. Nilai Edukatif yang Tinggi: Dengan bahasa yang informatif, untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pelestarian cagar budaya.
  4. Dokumentasi Visual (Asumsi): memvisualisasikan detail-detail arsitektur dan penjelasan yang rinci.

Kelemahan Buku;

  1. Keterbatasan Sumber Bandingan:
  2. Aksesibilitas Data (Asumsi): Resensi ini dibuat berdasarkan data promosi; ketersediaan data sekunder (arsip kolonial, wawancara tokoh)
  3. Pembahasan Fungsi Kontemporer saat ini.