Negeri Di Ujung Tanduk

Author Buku: Tere Liye

ISBN: 978-623-88296-3-7

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 16 Desember 2025

Resensi Buku:

Novel ini merupakan sekuel dari Negeri Para Bedebah dan melanjutkan kisah tokoh utama bernama Thomas (atau yang akrab dipanggil Tom), seorang konsultan keuangan muda yang sangat cerdas, dingin, dan jenius dalam mengatasi masalah pelik. Jika di buku sebelumnya Tom berhadapan dengan masalah perbankan, di buku ini ia ditarik ke dalam pusaran intrik politik dan kekuasaan yang jauh lebih berbahaya. Tom dipaksa berhadapan dengan sekelompok elit korup yang mendalangi konspirasi besar untuk mengambil alih aset-aset negara yang paling vital, termasuk perusahaan-perusahaan strategis yang menjadi urat nadi perekonomian. Permasalahan ini bukan lagi sekadar krisis perbankan, melainkan upaya sistematis untuk menghancurkan kedaulatan ekonomi dan masa depan negara.

Setelah menyelesaikan kasus di buku pertama, Tom diundang untuk bekerja dalam lingkaran kekuasaan, tepatnya di belakang layar, membantu menteri atau pejabat tinggi negara mengatasi masalah yang tak terpecahkan. Keahliannya dalam membuat perhitungan rumit dan memecahkan masalah membuatnya dihormati sekaligus ditakuti. Tom mulai menyadari bahwa ia bukan hanya seorang pemecah masalah, tetapi juga target. Upaya pembunuhan terhadap dirinya menjadi sering terjadi. Ia harus menghadapi kenyataan bahwa orang-orang yang ia hadapi kali ini tidak hanya kejam, tetapi juga memiliki kekuatan politik dan jaringan intelijen yang tak tertandingi.

Konflik memuncak ketika sebuah perusahaan negara strategis menjadi sasaran hostile takeover (pengambilalihan paksa) oleh pihak asing yang dibantu oleh pengkhianat dari dalam negeri (para 'bedebah' di ujung tanduk kekuasaan). Pengambilalihan ini diyakini akan menjadi titik balik kehancuran negara. Tom, bersama dengan tim kepercayaannya (yang meliputi tukang pukul profesional dan orang-orang dari masa lalunya), harus menyusun strategi ganda:

  • Strategi Hukum & Keuangan: Menggunakan keahliannya untuk memutarbalikkan rencana akuisisi secara legal di meja perundingan.
  • Strategi Bawah Tanah: Menggunakan kekuatan fisik dan non-konvensional untuk membongkar jaringan korupsi, mengumpulkan bukti rahasia, dan menetralisir ancaman pembunuhan.

Novel ini menyoroti bagaimana perjudian politik dimainkan dengan sangat rapi, melibatkan media, opini publik, hingga kekuatan penegak hukum yang sudah dibeli. Tom harus berjuang melawan sistem yang busuk sambil terus mempertanyakan batas moralitas dalam tindakannya. Negeri di Ujung Tanduk secara tajam mengkritik kondisi politik dan sosial Indonesia, menyoroti isu-isu seperti korupsi yang terstruktur, buzzer politik, manipulasi media, dan apatisme masyarakat terhadap masalah negara. Buku ini menampilkan sisi gelap di balik gemerlap kekuasaan.