Seraut Wajah Ibu, Kasih Sayang Tak Berujung (Dedicated to My Mother)
Author Buku: Tahan Isnaeni
ISBN: 978-602-000-000-0
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 28 Februari 2026
Resensi Buku:
Buku "Seraut Wajah Ibu, Kasih Sayang Tak Berujung (Dedicated to My Mother)" merupakan sebuah karya yang sangat personal dan emosional dari Tahan Isnaeni. Buku ini bukan sekadar biografi, melainkan sebuah penghormatan atau tribute yang mendalam bagi sosok ibu. Buku ini merupakan kumpulan narasi penuh makna yang memotret perjalanan hidup seorang ibu dari sudut pandang seorang anak. Tahan Isnaeni merajut helai demi helai ingatan tentang pengorbanan, ketulusan, dan ketegaran sang ibu dalam menghadapi berbagai badai kehidupan demi membesarkan anak-anaknya.
Poin utama cerita yang diangkat dalam buku ini diantaranya adalah; 1)Ketulusan Tanpa Syarat: Penulis menggambarkan bagaimana kasih sayang ibu tetap mengalir meski dalam kondisi tersulit sekalipun. Ibu digambarkan sebagai pelabuhan terakhir yang selalu menawarkan ketenangan. 2)Ketegaran Perempuan: Melalui narasi yang menyentuh, pembaca diajak melihat kekuatan luar biasa di balik lembutnya "seraut wajah ibu" saat ia harus berjuang memastikan masa depan generasi di bawahnya. 3)Refleksi Diri: Buku ini juga berfungsi sebagai pengingat bagi para pembaca untuk merenungkan kembali hubungan mereka dengan orang tua, terutama ibu, sebelum waktu memisahkan.
Gaya penulisan buku “Seraut Wajah Ibu, Kasih Sayang Tak Berujung” yang diterbitkan oleh Sentra Wyata Guna Bandung ini ditulis dengan gaya bahasa yang jujur, mengalir, dan penuh perasaan. Isinya tidak hanya menginspirasi, tetapi juga kerap kali membuat pembaca terhanyut dalam rasa haru karena kedekatan tema yang diangkat dengan realitas kehidupan sehari-hari.
"Sebuah persembahan bagi mereka yang percaya bahwa doa ibu adalah kekuatan terbesar yang mampu menembus langit."
buku ini merupakan kumpulan narasi reflektif, salah satu bagian yang paling esensial dan emosional biasanya berfokus pada "Kekuatan Doa dan Pengorbanan yang Sunyi". Bab ini merupakan jantung dari narasi penulis, di mana ia tidak hanya menceritakan apa yang dilakukan ibunya, tetapi juga apa yang dirasakan dan disembunyikan oleh sang ibu. Penulis juga menggambarkan setiap kerutan di wajah ibunya sebagai representasi dari setiap masalah yang berhasil dilewati. Ada kontras yang kuat antara kelelahan fisik yang tampak di wajah dengan binar mata yang tetap penuh harapan saat melihat anak-anaknya. Ini menunjukkan tema keteguhan di balik kerapuhan. Doa ibu digambarkan sebagai "senjata rahasia" keberhasilan anak. Penulis ingin menegaskan bahwa kesuksesan seorang anak bukanlah hasil kerja keras pribadinya semata, melainkan cicilan doa-doa panjang yang dipanjatkan ibunya di sepertiga malam.