Pengin Hijrah
Author Buku: Hengki Kumayadi
ISBN: 978-602-7829-85-5
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 06 Maret 2026
Resensi Buku:
Buku ini mengisahkan perjalanan spiritual seorang pemuda yang terjebak dalam hiruk-pikuk gaya hidup modern namun merasakan kekosongan batin yang mendalam. Di tengah gemerlapnya pergaulan dan kesuksesan duniawi yang tampak sempurna di luar, sang tokoh utama mulai mempertanyakan makna hidupnya yang sebenarnya.
Judul "Pengin Hijrah" bukan sekadar keinginan untuk berubah secara fisik atau penampilan, melainkan sebuah pergulatan batin tentang bagaimana "pindah" dari kegelapan menuju cahaya. Melalui narasi yang segar, santai, namun sarat akan makna, Hengki Kumayandi memotret realitas anak muda masa kini yang selalu merasa terasing: Meskipun dikelilingi banyak orang, ada rasa sepi yang hanya bisa diisi oleh kedekatan dengan Sang Pencipta. Selalu melawan stigma: Menghadapi tantangan saat ingin berubah menjadi lebih baik, termasuk cibiran dari lingkungan lama. Sedang proses belajar: Menyadari bahwa hijrah bukanlah sebuah tujuan akhir (finish line), melainkan perjalanan panjang yang penuh dengan jatuh-bangun dan godaan.
Mengapa Buku Ini Menarik?
Berbeda dengan buku religi yang cenderung kaku, gaya bahasa dalam buku terbitan Mizan ini sangat relatable bagi Gen Z dan Milenial. Ceritanya dibumbui dengan konflik persahabatan, pencarian jati diri, dan percikan romansa yang tetap menjaga batas-batas moralitas. Ada beberapa kutipan (quotes) menarik dan inspiratif dari buku ini yang bisa kita teladani dan aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari diantaranya sebagai berikut;
Ø Tentang Memulai:
"Jangan menunggu suci untuk mulai melangkah ke arah-Nya. Karena jika menunggu sempurna, kita mungkin tak akan pernah sampai ke pintu masjid."
Ø Tentang Penilaian Manusia:
"Hijrah itu urusan kita dengan Tuhan. Biarlah manusia sibuk dengan komentarnya, sementara kita sibuk dengan perbaikan kita."
Ø Tentang Istiqomah:
"Yang berat itu bukan berubahnya, tapi bertahan di jalan yang sudah dipilih saat godaan masa lalu datang mengetuk pintu dengan rupa yang manis."
Ø Tentang Makna Hijrah:
"Hijrah bukan berarti meninggalkan dunia, tapi meletakkan dunia di tangan, bukan lagi di hati."