Dalam Mihrab Cinta

Author Buku: Habiburrahman El Shirazy

ISBN: 978-979-321-0940

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 15 April 2026

Resensi Buku:

Buku "Dalam Mihrab Cinta" karya Habiburrahman El Shirazy (Kang Abik) merupakan novel pembangun jiwa yang mengisahkan perjalanan spiritual, kejatuhan, dan penebusan dosa seorang pemuda bernama Syamsul Hadi.

Syamsul Hadi adalah seorang santri cerdas dan saleh di sebuah pesantren di Kediri. Ia memiliki masa depan cerah dan dihormati oleh rekan-rekannya. Namun, hidupnya berubah drastis saat ia difitnah mencuri oleh temannya sendiri, Burhan. Tanpa bukti yang kuat namun terjepit keadaan, Syamsul diusir dari pesantren dengan tidak hormat dan dipermalukan di depan umum. Keluarganya sendiri pun kehilangan kepercayaan padanya. Diusir dari rumah dan menyandang status narapidana setelah sempat masuk penjara karena kejadian tersebut, Syamsul merasa dunia telah menutup pintu baginya.

Terasing dari masyarakat dan sulit mencari pekerjaan karena status mantan narapidana, Syamsul sempat terjerumus dalam dunia kriminal. Ia menjadi pencopet ulung di Jakarta untuk bertahan hidup. Meskipun ia mencopet, hati kecilnya selalu bergejolak antara rasa bersalah dan tuntutan perut.

Titik balik terjadi ketika Syamsul menyadari bahwa ia tidak bisa terus hidup dalam kegelapan. Melalui serangkaian pertemuan dan peristiwa hidayah, ia memutuskan untuk bertobat secara total. Ia mulai membersihkan diri dan kembali mendekat kepada Allah SWT. Dalam proses hijrahnya, ia menyamar dan bekerja dengan jujur, hingga akhirnya bakat kecerdasannya dalam ilmu agama kembali terpancar. Ia mulai mengajar mengaji dan berdakwah, namun tetap merahasiakan masa lalunya yang kelam.

Di tengah perjuangannya membangun kembali hidup, Syamsul dipertemukan dengan Zizi, seorang gadis saleha yang merupakan putri dari pemilik pesantren. Konflik batin muncul saat Syamsul harus memilih antara mengungkapkan jati dirinya yang sebenarnya (sebagai mantan pencopet dan narapidana) atau membiarkan masa lalu terkubur demi cinta dan kehormatan barunya.

Kutipan Menarik dari novel ini yaitu, "Cinta sejati adalah cinta yang membawa seseorang menuju mihrab-Nya, tempat di mana hamba bersujud dan menemukan kedamaian abadi." Novel ini mengajarkan bahwa seburuk apa pun masa lalu seseorang, pintu maaf Tuhan selalu terbuka lebar bagi mereka yang mau bersujud di "mihrab cinta"-Nya.