Tumbal Keadilan

Author Buku: Duryani Esha, Erik Sugito

ISBN: 978-623-8304-94-3

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 30 Juni 2026

Resensi Buku:

"Di hadapan hukum, semua orang sama. Namun di hadapan penguasa, keadilan sering kali butuh tumbal." Awal Mula Petaka ketika Baskara, seorang pengacara muda yang idealis dan berintegritas tinggi, mendapati dirinya berada di persimpangan paling mematikan dalam kariernya. Ia diminta untuk menangani sebuah kasus pembunuhan berencana yang melibatkan putra seorang pejabat tinggi negara sekaligus pengusaha properti raksasa. Korban dari kasus ini adalah seorang aktivis lingkungan hidup lokal yang vokal menentang proyek pembangunan di lahan adat.

Awalnya, kasus ini tampak seperti kriminalitas biasa yang salah sasaran. Namun, saat Baskara mulai menggali lebih dalam bersama Laras, seorang jurnalis investigasi yang berani, mereka menemukan tembok tebal kebohongan. Saksi mata kunci tiba-tiba menghilang, barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP) dimanipulasi, dan institusi penegak hukum tampak sengaja menutup mata. Semakin dekat Baskara pada kebenaran, semakin besar ancaman yang ia terima. Teror mulai berdatangan—mulai dari ancaman pembunuhan, sabotase karier, hingga keselamatan keluarganya yang mulai terancam. Ia menyadari bahwa hukum tidak sedang ditegakkan, melainkan sedang dirancang untuk menjerat seorang kambing hitam demi menyelamatkan sang "putra mahkota".

Di dalam ruang sidang yang penuh dengan intrik, Baskara harus bertarung bukan hanya melawan jaksa penuntut, tetapi juga melawan sistem yang korup dari dalam. Ia dihadapkan pada pilihan yang mustahil:

  • Mundur demi keselamatan dirinya dan orang-orang yang ia cintai.
  • Atau terus maju membongkar kebenaran, meski ia tahu bahwa dalam permainan kekuasaan ini, harus ada tumbal yang dikorbankan agar keadilan bisa menang.

 

Tema utama dari buku cerita ini diantaranya adalah tentang; Keadilan vs Kekuasaan: Menyoroti bagaimana hukum tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Selain itu tentang Moralitas & Integritas: Perjuangan batin seorang penegak hukum di tengah gempuran suap dan ancaman. Dan terakhir tentang Pengorbanan: Harga mahal yang harus dibayar demi sebuah kebenaran yang mutlak.

"Saat palu hakim diketuk, di situlah kita tahu... apakah keadilan telah ditegakkan, atau justru sedang ditumbalkan."