KURSI KEKUASAAN JAWA
Author Buku: EDDY SUPRIYATNA MARIZAR
ISBN: 978-979-168-317-3
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 17 September 2026
Resensi Buku:
Buku Kursi Kekuasaan Jawa karya Eddy Supriyatna Marizar mengulas fungsi dan simbolisme kursi dalam kebudayaan Jawa dari kacamata seni rupa, sejarah, dan sosiologi politik. Melalui pendekatan interdisipliner, buku ini mengungkap bagaimana kursi—sebuah perabot sederhana yang berakar dari pengaruh tradisi luar—ditransformasikan oleh masyarakat Jawa menjadi simbol status, legitimasi politik, dan stratifikasi sosial yang sangat sarat makna.
Secara historis, kebudayaan Jawa klasik tidak mengenal tradisi duduk di atas kursi, melainkan gaya hidup lesehan (duduk di lantai) yang mencerminkan nilainya sendiri. Masuknya budaya kolonial Eropa membawa kursi sebagai peranti fisik baru yang secara perlahan diadopsi oleh kalangan bangsawan dan elit istana (priyayi). Proses penyerapan ini tidak sekadar mengubah kebiasaan fisik, melainkan menandai pergeseran hirarki visual, di mana posisi duduk yang lebih tinggi mengekspresikan superioritas, dominasi, serta kekuasaan atas pihak lain.
Buku ini membedah ragam bentuk dan seni kriya pada kursi-kursi kekuasaan Jawa, mulai dari singgasana kerajaan (dhampar), kursi pejabat kolonial, hingga kursi kepemimpinan modern. Penggunaan elemen ornamen seperti motif ukiran, ragam hias khas Jawa, serta pilihan material kayu tidak hanya berfungsi sebagai estetika visual, tetapi juga menyimpan pesan-pesan simbolis mengenai otoritas, kewibawaan, dan kosmologi Kepemimpinan Jawa.
Pada akhirnya, buku karya Eddy Supriyatna Marizar ini menegaskan bahwa "kursi" dalam tatanan sosial Jawa telah bertransformasi dari sekadar objek kriya kayu menjadi representasi material dari artikulasi kekuasaan. Buku ini memberikan kontribusi penting bagi pemahaman sosiologi seni dan sejarah kebudayaan, memperlihatkan bagaimana sebuah benda sehari-hari mampu merekam dinamika interaksi sosial, politik, dan negosiasi budaya di Tanah Jawa.