Izinkan Aku Memilih
Author Buku: Albertha Ivana
ISBN: 978-623-7122-67-8
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 29 Oktober 2026
Resensi Buku:
Di bawah naungan langit Yogyakarta yang teduh dan riuk pikuk angkringan di sudut kota, hidup Adrela, seorang perempuan mandiri yang mendapati hidupnya berada di persimpangan jalan. Bagi Adrela, Yogyakarta bukan sekadar tempat tinggal, melainkan ruang berlabuh di mana ingatan, harapan, dan ekspresi cintanya bertaut. Kisah ini berawal dari seorang gadis yang hidupnya tenang, tak pernah membayangkan bahwa perjalanannya ke Jogja akan mengubah jalannya kehidupan secara total. Di kota ini, ia tidak sengaja bertemu dengan Robeno, seorang pria asing yang berparas penuh pesona dan memiliki daya pikat luar biasa. Sejak pandangan pertama, Robeno berhasil menghipnotis Adrela dan memikat perhatiannya.
Kehidupan Adrela yang tertata perlahan mulai goyah saat hadir sosok Robeno, pria hangat yang membawa ketenangan sekaligus ujian baru dalam hari-harinya. Tak butuh waktu lama bagi Adrela untuk terjerumus dan jatuh hati pada pesona Robeno. Bagi Adrela, Robeno seakan menjadi sosok pangeran impian (the dream that I ever wished for) yang membuka pintu harapan baru bagi kisah cintanya. Pertemuan mereka di antara hangatnya sudut kota Jogja menumbuhkan benih-benih perasaan yang tak terelakkan. Di mata Robeno, Adrela adalah jawaban atas kesendirian yang selama ini ia simpan.
Namun, di balik sikap manis dan pesonanya, Robeno menyimpan trauma serta rahasia kelam dari masa lalunya. Robeno sebenarnya adalah pria yang pernah hancur akibat hubungan masa lalu, membuatnya menutup rapat-rapat pintu hatinya dan enggan untuk mempercayai maupun mencintai perempuan lagi. Meskipun kehangatan Adrela pelan-pelan mulai mencairkan ketakutan Robeno, situasi menjadi semakin rumit ketika gadis dari masa lalu Robeno—sosok yang dahulu pernah menghancurkan hatinya—kembali hadir. Kehadiran sosok dari masa lalu ini menggoyahkan kembali keyakinan Robeno dan menciptakan keraguan besar di antara hubungan yang baru saja mereka bina.
Memang, cinta jarang berjalan tanpa hambatan. Ketika masa lalu yang belum sepenuhnya usai kembali membayangi dan ekspektasi masa depan mulai menuntut kepastian, Adrela dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit. Antara memperjuangkan perasaan yang baru tumbuh bersama Robeno atau menyerah pada prinsip dan keraguan yang menghantuinya.
Di tengah gemericik hujan Istimewa Jogja, Adrela dan Robeno harus merajut benang-benang takdir mereka. Bisakah mereka saling menggenggam ketika garis pilihan hidup menuntut satu di antara mereka untuk melangkah pergi? Atau akankah Yogyakarta menjadi saksi bahwa cinta sejatinya adalah tentang keberanian untuk menentukan pilihan?
"Pada akhirnya, cinta bukanlah tentang siapa yang datang terlebih dahulu, melainkan tentang siapa yang berani berkata: izinkan aku memilihmu."