Lelaki Laut / Alamsyah M. Djafar

Author Buku: Alamsyah M. Djafar

ISBN: 978-979-22-6462-3

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 29 Oktober 2026

Resensi Buku:

Di tengah pesona keindahan dan keheningan Pulau Tidung, Kepulauan Seribu, tumbuh dua bersaudara yang saling menyayangi. Sang kakak, Ahmad Tarkasyi (yang akrab disapa Bang Tar), adalah sosok pemuda pendorong semangat yang bijaksana, sabar, dan memiliki rasa ingin tahu serta kehausan yang tinggi akan ilmu pengetahuan. Bagi adiknya (tokoh Jar) serta keluarganya, Bang Tar bukan sekadar seorang kakak, melainkan panutan dan pelindung yang mengajarkan arti keteguhan hati di tengah keterbatasan kehidupan pulau.

Melalui kebersamaan sehari-hari—mulai dari melaut, berenang di perairan jernih Pulau Tidung, hingga berbagi cerita di dermaga—ikatan batin kedua kakak-beradik ini terjalin begitu erat. Bang Tar senantiasa menanamkan mimpi besar pada sang adik bahwa keterbatasan geografis sebagai anak pulau bukanlah penghalang untuk meraih cita-cita yang tinggi.

Kehidupan anak-anak bahari di Kepulauan Seribu sering kali dihadapkan pada keterbatasan fasilitas pendidikan dan tantangan ekonomi. Namun, Bang Tar pantang menyerah. Dengan keteguhan jiwa khas "Lelaki Laut", ia terus berjuang mengayuh langkahnya demi mengenyam pendidikan yang lebih tinggi dan memperluas wawasannya.

Ketekunan Bang Tar dalam menimba ilmu, mendalami wawasan umum, hingga pelajaran keagamaan/bahasa Arab, menjadi inspirasi nyata bagi sang adik. Rasa kasih sayang Bang Tar kepada adiknya diwujudkan bukan hanya lewat kata-kata, melainkan lewat keteladanan: bagaimana seorang anak pesisir mampu menjaga integritas, kesederhanaan, dan semangat pantang mundur.

Kisah dalam novel ini diwarnai oleh nostalgia, kehangatan hubungan keluarga, serta kekayaan alam dan budaya lokal masyarakat Pulau Tidung. Novel ini merekam jejak kenangan mendalam tentang perjuangan Bang Tar yang selalu membimbing sang adik dan memberikan kasih sayang tulus.

Semangat dan cita-cita yang dinyalakan oleh Bang Tar menjadi warisan tak ternilai bagi sang adik, membuktikan bahwa kasih sayang seorang kakak dan impian dari sebuah pulau kecil sanggup mengarungi samudra kehidupan yang luas.

Pesan Utama: Sebuah kisah yang menyentuh tentang pentingnya dukungan keluarga, kasih sayang antarsaudara, dan kegigihan anak pesisir dalam mengejar impian tanpa melupakan akar kearifan lokal tempat mereka dibesarkan.