Penantian Ibu / Usman Hermawan

Author Buku: Usman Hermawan

ISBN: 978-602-6663-00-9

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 16 September 2026

Resensi Buku:

Penantian Ibu karya Usman Hermawan merupakan kumpulan cerita pendek yang mengangkat kedalaman kasih sayang, pengorbanan, dan kesabaran seorang ibu dalam menanti anak-anaknya. Buku ini berfokus pada sosok ibu yang membesarkan anak-anaknya dengan penuh pengorbanan dan doa. Seiring berjalannya waktu, anak-anak tersebut tumbuh dewasa dan merantau ke luar kota demi mengejar cita-cita, karir, serta kehidupan baru. Rumah yang tadinya ramai kini perlahan menjadi sunyi, menyisakan sang ibu yang tinggal seorang diri dalam kesederhanaan.

Dalam kesehariannya, sang ibu tidak pernah berhenti merindukan kehadiran buah hatinya. Setiap senja dan jelang hari raya, ia selalu duduk di teras rumah, menatap jalan setapak dengan harapan mendengar langkah kaki atau suara ketukan pintu dari anak-anaknya. Penantian tersebut dilalui dengan penuh keikhlasan, tanpa rasa benci atau amarah, meskipun anak-anaknya sering kali terlena oleh kesibukan duniawi hingga lupa memberi kabar atau pulang.

Langkah sang ibu kembali tertahan di depan pintu kayu yang mulai lapuk. Di luar, suara jangkrik mulai bersahut-sahatan menyambut malam, tetapi pandangannya masih tertuju pada ujung jalan desa yang sepi. Angin malam yang dingin berembus perlahan, mengibaskan ujung kain samping yang dikenakannya, seolah ikut menemani kesendirian yang telah menjadi bagian dari hidupnya selama bertahun-tahun. Di atas meja kecil di sudut ruangan, terletak sebuah radio tua yang menyiarkan gema takbir menjelang hari raya. Sang ibu tersenyum tipis, merapikan dua piring gulai dan sepiring ketupat yang sudah ia siapkan sejak pagi hari. Setiap tahun, bumbu dan masakan yang sama selalu ia racik dengan cermat—masakan kesukaan anak-anaknya saat mereka masih kecil dan sering berebut lauk di meja makan yang sama.

Meski ponsel genggam di dekatnya tetap hening tanpa dering pesan atau kabar, tak ada raut kecewa yang terlukis di wajahnya. Bagi sang ibu, mendoakan keselamatan dan keberhasilan anak-anaknya di perantauan sudah menjadi bentuk kehadiran terbaik yang bisa ia berikan. Ia paham bahwa dunia luar menyita banyak perhatian anak-anaknya, namun di dalam hatinya, pintu rumah ini akan selalu terbuka lebar tanpa pernah terkunci untuk jalan pulang mereka.

Melalui narasi yang hangat dan menyentuh, Usman Hermawan menggambarkan dinamika hubungan orang tua dan anak. Buku ini menyajikan pesan moral yang mendalam tentang arti pulang, menghargai waktu bersama orang tua sebelum terlambat, serta ketulusan kasih ibu yang tiada bertepi sepanjang hayat.

Â