Sejarah Banten : Membangun Tradisi dan Peradaban
Author Buku: Hj Nina Herlina Lubis, Mufti Ali, Etty Saringendyanti, Miftahul Falah, Budimansyah Suwardi.
ISBN: 977-233-8429-80-8
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 25 Agustus 2023
Resensi Buku:
Banten dengan sejarahnya yang unik dan panjang sejak masa prasejarah hingga saat ini ibarat harta terpendam yang memerlukan tangan-tangan terampil untuk menggalinya berdasarkan analisa dan keilmuan yang tentunya dapat dipertanggungjawabkan, yang kemudian diungkap, sehingga informasi-informasi berharga dari masa lampau dapat sampai pada generasi saat ini dan yang akan datang. Sejarah pembentukan Provinsi Banten yang mulai digagas sejak tahun 1953 mengalami pasang surut karena kondisi politik Indonesia yang "belum menghendaki" lahirnya Provinsi Banten. Namun berkat perjuangan yang tak kenal lelah dari para penggagas, tokoh dan seluruh elemen masyarakat Banten, pada 4 Oktober 2000 lahirlah Provinsi Banten. Buku ini bisa dijadikan referensi untuk menambah khazanah sejarah Banten yang telah ada.
Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1682) telah membawa Banten ke puncak kemegahannya, disamping memajukan bidang pertanian dengan sistem irigasi, ia pun berhasil menyusun kekuatan angkatan perangnya, memperluas hubungan diplomatik dan meningkatkan volume perniagaan Banten, sehingga Banten menempatkan diri secara aktif dalam dunia perdagangan internasional di Asia pada waktu itu.
Buku Sejarah Banten ini merupakan revisi dari buku Banten Dalam Pergumulan Sejarah, Sultan, Ulama, Jawara, yang diterbitkan tahun 2004 oleh LP3ES. Buku Sejarah Banten ini memang memerlukan revisi karena buku tersebut dahulu disusun dalam waktu relatif singkat sehingga banyak ketidaklengkapan di sana-sini. Selain itu, Provinsi Banten telah mengalami perkembangan dan perubahan dalam berbagai bidang dari mulai berdiri hingga saat ini. Buku hasil revisi ini diprakarsai oleh Kantor Kearsipan Provinsi Banten, terdapat beberapa tambahan sub bab baru yaitu tentang kesenian, pakaian bangsawan Banten dan masalah magis yang mewarnai kehidupan masyarakat Banten. Selain itu, ada tambahan tentang arsitektur kolonial dan pendidikan. Sub bab – sub bab ini ditulis oleh Dr Mufti Ali. Pada bab awal tentang masa prasejarah, kami tambahkan data baru khususnya tentang tinggalan arkeologis Lebak Cibedug. Bagian lain yang juga baru adalah perkembangan Provinsi Banten selama beberapa tahun terakhir, yang lebih pada penambahan fisik bangunan di perkotaan, sementara di pelosok hampir tidak ada perubahan yang signifikan. Buku ini juga dilengkapi dengan grafik yang menyangkut perkembangan demografi, kehidupan keagamaan, pendidikan dan kesehatan masyarakat.
Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa sejarah memiliki peran penting dalam kehidupan generasi selanjutnya. Sejarah juga bisa dijadikan cermin bagi orang-orang yang mempelajari dan memahami kehidupan. Peradaban, budaya dan tradisi yang terjadi pada masa lalu, baik dan buruknya bisa dijadikan cermin, pijakan dan contoh untuk perbuatan di masa depan begitu pun dengan sejarah Banten. Semoga buku ini bisa menambah nuansa lain dari kajian-kajian sebelumnya dan membawa manfaat bagi masyarakat Banten khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya.