Biru Wajah Rana

Author Buku: Veronica Gabriella

ISBN: 978-623-8371-75-4

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 29 Oktober 2026

Resensi Buku:

Kasus pembunuhan yang terjadi di keluarga Soerja menggemparkan publik bukan hanya karena kebengisannya, melainkan karena sosok tersangka utamanya. Kirana Soerja, seorang gadis remaja yang masih belasan tahun, harus mendekam dalam pusaran hukum setelah ditetapkan sebagai tersangka tunggal atas pembunuhan dan mutilasi terhadap ayah kandungnya sendiri, Darnis Soerja. Rumah keluarga Soerja selama ini dikenal sebagai tempat yang tenang dan terpandang dari luar. Namun, di balik kemegahan arsitekturnya, rumah tersebut menyimpan atmosfer mencekam yang seolah menolak cahaya matahari. Sejak kematian Darnis Soerja, setiap sudut ruangan terasa berbisik, menyimpan rahasia kelam tentang dinamika keluarga yang retak—di mana rasa takut, manipulasi, dan dominasi berjalan beriringan setiap harinya.

Situasi kian mengerikan dan membingungkan ketika pihak kepolisian mendapati bahwa potongan kepala Darnis Soerja adalah satu-satunya bagian tubuh korban yang berhasil ditemukan. Pertanyaan besar pun menghantui para penyelidik: Bagaimana mungkin seorang gadis remaja bertubuh rapuh mampu menghabisi dan memutilasi ayahnya sendiri? Apa motif di balik tindakan sekeji itu, ataukah Kirana sekadar kambing hitam dari sebuah kejahatan yang jauh lebih besar? Bagi para penyidik, kasus ini tidak sekadar mencari siapa yang memegang pisau, melainkan membaca apa yang terjadi di dalam kepala Kirana selama bertahun-tahun. Kirana digambarkan sebagai sosok yang pendiam dan menyimpan dunianya sendiri. Di balik wajahnya yang kerap tampak kosong dan menyimpan memar-memar tersembunyi, tersimpan jeritan bisu yang hanya bisa ia tumpahkan melalui goresan-goresan kuas dan pensil warna.

Di tengah kebuntuan investigasi, tim detektif kepolisian mulai menemukan titik terang dari sebuah sumber yang tak biasa—serangkaian gambar-gambar ganjil dan penuh simbol yang ditinggalkan oleh Kirana. Lukisan-lukisan tangan tersebut menjadi bahasa sandi bisu yang menyimpan rahasia kelam. Gambar-gambar yang Kirana buat bukan sekadar ekspresi seni biasa, melainkan peta dari trauma psikologis yang mendalam—sebuah rekaman visual tentang bagaimana ketakutan yang dipelihara bertahun-tahun dapat menjelma menjadi bom waktu. Setiap garis dan warna biru yang mendominasi karyanya memuat petunjuk tentang siapa Darnis Soerja sebenarnya di balik topeng kebapakannya di hadapan masyarakat.

Berbekal petunjuk visual penuh teka-teki itu, penyelidikan perlahan-lahan menguak sisi gelap keluarga Soerja: rahasia tertutup, trauma masa lalu, kekerasan yang disembunyikan di balik dinding rumah mewah, serta luka psikologis yang mengakar dalam. Biru Wajah Rana mengajak pembaca masuk ke dalam labirin psikologis yang kelam, mempertanyakan batas antara korban dan pelaku, serta mengungkap kebenaran mengerikan yang tersembunyi di balik wajah tenang sang gadis.