Spiritual Economies : Islam, Globalization, and the Afterlife of Development
Author Buku: Daromir Rudnyckyj
ISBN: 978- 0-8014-7678-5
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 07 September 2023
Resensi Buku:
Buku 'Spiritual Economies : Islam, Globalization and the Afterlife of Development' ini sangat inovatif dan menegaskan asumsi luas tentang Islam kontemporer dengan menunjukan bagaimana muslim moderat di Asia Tenggara menafsirkan kembali Islam, bukan untuk menolak modernitas melainkan untuk menciptakan 'ekonomi spiritual' yang terdiri dari praktek-praktek yang kondusif bagi globalisasi.
Buku ini juga menggambarkan lebih dari 2 tahun penelitian di Indonesia yang sebagian besar terjadi pada Baja Krakatau milik negara. Indonesia kontemporer menunjukan banyak sisi pengalaman keagamaan dengan sikap yang berbeda terhadap modernitas. Beberapa dari mereka menyadari modernitas sebagai pencapaian manusia yang tak terhindarkan, sementara yang lain berdiri untuk menggantikannya. Tidak ada cara linear untuk menggambarkan kompleksitas sikap keagamaan di Indonesia modern terhadap gagasan modernitas. Rudnycyj menunjukan bagaimana "Reformis Spiritual" gadungan berusaha untuk meningkatkan keshalehan Islam pekerja di seluruh Asia Pasifik dan sekitarnya.
Di Eropa dan Amerika Utara muslim sering diwakili dalam konflik dengan modernitas, tetapi apa yang bisa lebih modern daripada program motivasi yang menggambarkan praktek Islam sebagai sesuatu yang kondusif bagi keberhasilan bisnis dan pertumbuhan pribadi?
Buku ekonomi spiritual ini disusun menjadi 3 bagian, yaitu pertama, tentang lingkungan (Mileu) yang membahas soal Iman dalam pengembangan dan penyeimbangan iman. Kedua, tentang (intervention)/intervensi yang meliputi ekonomi spiritual dan pengaruh pemerintah. Ketiga, tentang efek yang meliputi kewarganegaraan pasca-pancasila dan politik spiritual serta alasan kalkulatifnya. Buku ini dilengkapi juga dengan referensi dan indeks. Selain itu, buku yang berjudul Ekonomi Spiritual : Globalisasi Islam dan Pembangunan Akherat ini juga menganalisis salah satu pola kebangkitan agama yang disinyalir dapat menjadi bagian dari neoliberalisasi dan globalisasi.