Mokaha Urang Cisungsang

Author Buku: Moh. Ali Fadillah; Ruby Ach. Baedhawy; Dadan Sujana; Pengantar, H. Rano Karno

ISBN: 978-1234-567-897

Author Resensi: N Ratih Suharti

Tanggal Resensi: 14 September 2023

Resensi Buku:

Dalam buku ini diterangkan dengan gamblang kearifan lokal yang dibalut dalam istilah lokal yaitu "mokaha" yang artinya 'lumayan' atau sesuatu yang sering dianggap enteng. Apakah maksudnya adalah "lumayannya orang Cisungsang"? Bagi orang Cisungsang, "mokaha" mengandung makna yang berbeda dari 'lumayan' yang tidak ditemukan di daerah lain. Kearifan lokal yang terdapat di Desa Cisungsang Kecamatan Cibeber Kabupaten Lebak merupakan cerminan dari kearifan budaya masyarakat Banten. Ada beberapa unsur kearifan lokal di wilayah titipan "Prabu Siliwangi" ini, satu diantaranya mengenai aspek-aspek pemukiman, mata pencaharian, ritual keagamaan, kesehatan fisik dan terakhir berkenaan dengan organisasi sosial.

Buku ini dibagi menjadi lima bagian, bagian Pertama merupakan pendahuluan yang berisi tentang latar belakang permasalahan, tujuan dan manfaat serta lingkup penelitian. Bagian Kedua membahas tentang Banten Kidul yang merupakan titipan Karuhun dari Pajajaran ke Pegunungan Selatan. Bagian Ketiga membahas tentang Kasepuhan Desa Cisungsang. Bagian Keempat berisi tentang mokahanya Urang Cisungsang dan Bagian Kelima merupakan bagian terakhir yang berisikan tentang renungan.

Adanya buku ini diharapkan dapat menjadi titik awal bangkitnya kesadaran kita bahwa betapa besar dan beragam kekayaan budaya masyarakat Banten. Pengenalan berbagai aspek kebudayaan yang selama ini mungkin kurang diketahui secara luas, akan mengikis etnosentrisme sempit di tengah masyarakat Banten yang majemuk.