Wawasan Kebantenan / Najib
Author Buku: Najib
ISBN: 978-602-97658-3-0
Author Resensi: N Ratih Suharti
Tanggal Resensi: 30 April 2024
Resensi Buku:
Kategori Banten mengandung 2 makna, yaitu Banten sebagai wilayah administrasi dan Banten sebagai etnik. Banten sebagai wilayah administrasi dibatasi oleh batas-batas wilayah dengan wilayah administrasi wilayah lainnya. Sedangkan untuk Banten sebagai etnik tidak dibatasi oleh wilayah administrasi, melainkan sebarannya berdasarkan bukti-bukti materil culture dan culture value. Materil culture atau budaya materi seperti prasasti, maniskrip dan nisan-nisan. Sedangkan culture value atau nilai-nilai budaya seperti adat istiadat, norma-norma adat, bentuk kesenian, cara pandang atau falsafah hidup, nilai-nilai budaya dan lain-lain. Wawasan Kebantenan berarti bagaimana orang Banten maupun yang bukan orang Banten bisa memahami kedua makna dari kategori Banten tersebut.
Buku ini mencoba mengupas tentang bagaimana memahami Banten berdasarkan data manuskrip dan arkeologi. Meskipun Keraton Banten telah runtuh, namun nilai-nilai Islam telah menyebar ke berbagai wilayah, daerah, kampung dan dusun-dusun bahkan nilai-nilai Islam tersebut telah diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat Banten secara merata dan meluas. Hal itu dapat terlihat karena pusat-pusat peradaban Islam yang telah meninggalkan tapak nilai-nilai Islam baik yang terdapat pada benda-benda keras seperti dari logam maupun dari benda-benda lunak seperti pada naskah kuno.
Nilai-nilai Islam Banten yang telah muncul pada awal pertumbuhan Islam di Banten telah ditemukan pada bahan besi yang dibentuk menjadi sebuah meriam yang dalam catatan sejarah meriam tersebut merupakan hadiah pelantikan atau penobatan Panembahan Maulana Hasanuddin sebagai Raja Banten Pertama dari Kesultanan Demak pada tahun 1528 M, sebagaimana candrasengkala yang terdapat pada meriam. Penanda berikutnya adalah nilai-nilai Islam yang terkandung dalam Prasasti yang berisi dua teks. Teks pertama mengandung makna kebaikan (amar ma'ruf) dan teks kedua mengandung makna pencegahan (nahi mungkar). Bagaimana prasasti tersebut kaitannya dengan Pemerintahan Kesultanan di Banten. Demikian juga nilai-nilai Islam terdapat pada Naskah yang merupakan benda lunak yang ditulis menggunakan bahan daluwang, kertas yang berukuran panjang atau disebut naskah Bumbung, yang mengungkapkan tentang seperti apa akhlaq orang Banten, walaupun memiliki ilmu yang tinggi tetapi oarang Banten tidak sombong dan jumawa. (N Ratih Suharti)
Kata Kunci : Nilai-nilai Islam, Kehidupan, Masyarakat Banten.